Pengertian Kalimat Imperatif, Interogatif dan Deklaratif

Pengertian Kalimat Imperatif, Interogatif dan Deklaratif  – Menulis dan berbicara adalah kegiatan mengasyikkan. Syaratnya adalah pesan dan informasi yang ingin disampaikan lewat tulisan dan pembicaraan anda  harus jelas.

Jika tidak, jangankan orang yang membaca tulisan dan mendengar, anda sendiri akan bosan, emosi tinggi, dan semangat menulis dan berbicara di depan publik menjadi hilang.

Pengertian Kalimat Imperatif, Interogatif dan Deklaratif

Pengertian Kalimat Imperatif, Interogatif dan Deklaratif

Jika ini sudah terjadi, tidak ada yang bisa diperbuat, kecuali tulisan anda buang ke tempat sampah, pena anda simpan dan detik itu juga anda tutup mulut hingga waktu tak terbatas.

Baca Juga :

Tips agar anda tidak mengalami masalah diatas adalah pelajari kalimat sedetail mungkin. Baik ciri cirinya, unsur unsurnya hingga tujuan dari kalimat kalimat tersebut.

Sehingga kalimat tersebut bisa anda manfaatkan sesuai porsinya dengan tujuan membuat tulisan dan perkataan anda tidak hanya mudah dan menarik dibaca dan didengar tetapi juga pesan dan informasinya tersampaikan kepada mereka sesuai harapan anda.

Nah, pada artikel berikut ini, kami akan menjelaskan tentang tiga jenis kalimat penting yang kami soroti dari pengertiannya sekaligus di akhir kami list juga contoh contoh bentuknya. Tiga kalimat penting tersebut adalah kalimat imperatif, kalimat interogatif dan kalimat deklaratif.

PENGERTIAN KALIMAT

Kalimat adalah rangkaian beberapa kata yang diakhiri dengan intonasi final atau dengan tekanan suara. Intonasi final disini biasanya berupa tanda tanya, tanda seru dan tanda titik. Sedangkan yang dimaksud tekanan suara adalah intonasi berat, tegas, panjang dan lain lain.

Inti dari pengertian kalimat adalah intonasi final untuk kalimat tulis dan intonasi suara untuk kalimat verbal. Jika ada satu kata saja tetapi diakhiri dengan intonasi final tanda seru, tanda tanya atau tanda titik, maka menurut ahli bahasa itu sudah bisa disebut kalimat. Ini dia contoh kalimat sesuai pengertian bebas diatas

  1. Saya makan soto madura.
  2. Kemana Istriku Pergi?
  3. Diam!

Nah ketiga contoh diatas sudah bisa disebut kalimat karena diakhiri intonasi final titik, tanda tanya dan tanda seru serta pengucapan antar ketiganya juga jelas karena menggunakan intonasi yang berbeda. Sedangkan contoh “ saya pergi bersama ayah, “ tidak bisa disebut kalimat karena masih ada lanjutan kata seperti “ ibu, kakak dan adik “.

Penulisan dan ucapan kalimat harus jelas strukturnya. Yang mana subjek, predikat, objek atau keterangannya. Jika struktur amburadul, pesan dari kalimat tersebut juga ambigu.

Apa anda bisa menarik maksud dari kalimat ini “ makan saya adik soto bersama”? tentu tidak! karena kalimat ini salah dari urutan strukturnya. Seharusnya kalimat berbunyi “ saya makan soto bersama adik “ dengan struktur S, P, O dan Keterangan yang runtut.

Nah dari deskripsi diatas menjadi jelas kalau pengertian kalimat adalah rangkaian kata kata yang mengandung makna dan arti yang diakhiri dengan intonasi final tanda tanya, tanda seru dan titik untuk kalimat tulis dan intonasi suara untuk kalimat lisan .

  1. Pengertian Kalimat Imperatif

Kalimat banyak jenisnya, salah satunya adalah kalimat imperatif. Kalimat imperatif adalah kalimat yang ujarannya berisi kata kata perintah atau intruksi.

Jika dalam bahasa lisan, kalimat ini diimpelementasikan dalam bentuk intonasi suara berat dan tegas sedangkan kalimat imperatif dalam bentuk tulisan biasanya kalimat diakhiri dengan intonasi final tanda seru ( ! ).

Kalimat imperatif yang disampaikan dianggap berhasil, apabila pendengar atau objek yang diperintah maupun pembaca patuh atau menolak intruksi anda. Jika tidak, mungkin kalimat yang anda ucapkan tidak jelas.

  1. Pengertian Kalimat Interogatif

Kalimat interogatif adalah kalimat yang diambil dari kata dasar Interogasi atau menanyakan. Jadi, kalimat interogatif adalah kalimat yang berisi pertanyaan pertanyaan. Dalam bahasa tulis, kalimat ini diakhiri dengan intonasi final tanda tanya.

Tujuan dari pengucapan atau penulisan kalimat ini adalah untuk mengorek atau mengambil informasi dari orang lain. Itu artinya, kalimat interogatif diucapkan dengan  baik apabila, orang yang anda tanyakan menjawab pertanyaan anda.

  1. Pengertian Kalimat Deklaratif

Jenis kalimat yang terakhir adalah kalimat deklaratif. Kalimat deklaratif memiliki pengertian berbeda dari kedua jenis kalimat sebelumnya, yaitu kalimat deklaratif adalah kalimat yang berisi pernyataan.

Kalimat pernyataan ini diucapkan atau ditulis demi tujuan untuk menyampaikan sebuah informasi kepada audience atau kepada pembaca. Biasanya kalimat deklaratif ini harus memiliki struktur sintaksis minimal dua unsur yaitu unsur subjek dan predikat.

Ciri ciri kalimat deklaratif dalam bentuk tulisan adalah rangkaian kata katanya diakhiri oleh intonasi final titik.

CONTOH CONTOH KALIMAT

Setelah anda paham dengan pengertian kalimat imperatif, interogatif dan deklaratif, maka berikut ini kami list contoh contoh kalimatnya, yaitu :

a). Contoh Kalimat Imperatif

  1. Pulang!
  2. Mari Ikut Saya!
  3. Saya Capek!

b). Contoh Kalimat Interogatif

  1. Kapan peristiwa itu terjadi?
  2. Mengapa Lion Air Bisa Jatuh?
  3. Sebutkan Nama Presiden RI?

c). Contoh Kalimat Deklaratif

  1. Saya sudah makan.
  2. Kemarin ada kecelakaan di jalan tol.
  3. Presiden RI Menghadiri peresmian Gedung Olahraga.

Itulah pengertian kalimat imperatif, interogatif dan deklaratif yang bisa anda jadikan landasan untuk membedakan ketiganya. Silahkan dipelajari lalu tuangkan menjadi bahasa verbal yang santun dan tulisan yang berkwalitas.

Updated: —

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *