Pengertian, Unsur, Struktur dan Jenis-Jenis Kalimat

Diposting pada

Pengertian, Unsur, Struktur dan Jenis-Jenis Kalimat – Kalimat lebih lengkap dibandingkan frase dan klausa oleh karena sebuah kalimat terdiri atas bermacam frase atau klausa.

Pengertian, Unsur, Struktur dan Jenis-Jenis Kalimat
Pengertian, Unsur, Struktur dan Jenis-Jenis Kalimat

Kalimat adalah kumpulan kata yang memiliki pesan ataupun tujuan serta satuan gagasan tertentu yang dilengkapi dengan tanda baca dan intonasi sehingga dapat dipahami maksudnya dengan jelas.

Kalimat juga bisa diartikan sebagai satuan bahasa terkecil baik dalam bentuk lisan maupun tulisan yang mengandung serta dapat mengungkapkan fikiran dan gagasan atau pemikiran secara utuh.

Baca Juga :

Oleh karena berupa satuan gagasan maka kalimat relatif berdiri sendiri dengan ciri utama adalah intonasi final. Intonasi inilah yang membedakan kalimat dengan klausa.

Kalimat yang baik dikelompokkan kedalam kalimat efektif. Kalimat efektif merupakan kalimat yang mampu memunculkan kembali ide atau gagasan yang ingin disampaikan penulis atau pembicara.

Sebuah kalimat dikatakan efektif oleh karena berhasil menyampaikan ide, gagasan, pesan, perasaan hingga pemberitahuan yang sesuai dengan maksud penulis maupun pembicara.

Syarat-syarat yang harus dipenuhi bila sebuah kalimat ingin menjadi kalimat yang baik adalah sebagai berikut.

  1. Memenuhi kaidah bahasa yang telah ditetapkan
  2. Tidak bertele-tele
  3. Memiliki subjek serta predikat yang jelas
  4. Dapat diterima nalar atau logis
  5. Tepat sasaran
  6. Tidak memiliki arti yang ambigu (Baca : Pengertian Ambigu)
  7. Dapat menyampaikan pesan atau gagasan dengan jelas dan tepat
  8. Tersusun atas dua kata atau lebih
  9. Memiliki minimal subjek dan predikat
  10. Punya kesinambungan kata
  11. Mempunyai aturan-aturan dasar pada pembentukannya
  12. Struktur kalimatnya tidak monoton
  13. Tidak melanggar aturan ejaan yang berlaku
  14. Memiliki kesatuan ide atau gagasan
  15. Menggunakan diksi kata yang benar dan tepat
  16. Bagian kalimat majemuknya dalam kalimat tidak ditulis atau diucapkan setengah-setengah
  17. Menggunakan kata-kata dengan hemat
  18. Memiliki kepaduan kalimat yang baik serta menyeluruh
  19. Tidak ada perulangan kata
  20. Menggunakan struktur bahasa dan jalan pikiran yang sistematis serta logis yang sepadan
  21. Menggunakan penekanan ide atau gagasan pokok dalam kalimat dengan benar dan tepat

Unsur Kalimat

Bila ingin membuat sebuah kalimat utuh, maka dibutuhkan unsur-unsur pembangun untuk membangun kalimat tersebut. Ada beberapa unsur kalimat yang harus ada dalam sebuah kalimat, yaitu:

  1. Subjek (S)

Subjek yaitu segala sesuatu yang berfungsi sebagai pelaku atau yang melakukan pekerjaan dalam kalimat. Subjek sangat penting kedudukannya dalam kalimat oleh karena berfungsi sebagai unsur pokok yang mendampingi predikat. Subjek digunakan untuk menandai apa yang dinyatakan dalam kalimat sehingga dapat menghasilkan struktur kalimat yang benar. Subjek merupakan unsur yang penting dalam kalimat untuk mendampingi predikat.

  1. Predikat (P)

Predikat merupakan unsur yang menjelaskan serta menggambarkan keterangan subjek secara khusus. Predikat biasanya berupa kata kerja namun juga bisa berbentuk sifat, ciri, status, maupun jati diri subjek tertentu. Pada intinya, predikat menjelaskan kegiatan atau pekerjaan apa yang dilakukan oleh subjek.

  1. Objek (O)

Objek adalah unsur yang menunjukkan kepada apa kalimat ditujukan atau dengan kata lain menggambarkan tujuan daripada kalimat tersebut. Terletak di belakang predikat, objek ialah unsur yang dikenal sebuah pekerjaan atau juga bisa berfungsi sebagai pelengkap fungsi predikat. Objek akan berubah menjadi subjek jika kalimat tersebut dipasifkan.

  1. Pelengkap (Pel)

Pelengkap sama dengan objek yakni berfungsi melengkapi predikat atau lebih jauh lagi untuk melengkapi kalimat. Namun ketika kalimat dipasifkan, pelengkap tidak memiliki fungsi khusus yang sama seperti ketika objek dipasifkan.

  1. Keterangan (K)

Keterangan bisa ditempatkan di awal, akhir maupun random tanpa mengubah makna kalimat. Keterangan dapat digunakan untuk memperluas sebuah kalimat serta menjelaskan secara detail maksud kalimat tersebut. Beberapa contoh keterangan adalah keterangan tempat, keterangan waktu, keterangan penyerta, dan keterangan cara.

Struktur Kalimat

Struktur kalimat merupakan susunan unsur-unsur dalam kalimat. Umumnya, pola atau struktur kalimat disusun secara berurutan dimulai dari subjek, predikat, objek, dan pelengkap serta keterangan atau disingkat S-P-O-Pel/K. Struktur bisa berbentuk aktif, pasif, serta memiliki jenis kata yang sama.

Umumnya, struktur disesuaikan dengan kebutuhan serta dikembangkan berdasarkan atas kaidah-kaidah yang berlaku. Berdasarkan susunan unsur-unsurnya maka terdapat beberapa struktur kalimat yang biasanya digunakan, ya:

1). Struktur Subjek – Predikat (S-P)

Sesuai dengan namanya maka struktur kalimat yang menggunakan struktur S-P adalah struktur yang mengandung unsur subjek dan predikat. Misalnya:

  • Adik itu(S) lucu(P)
  • Kakak itu(S) baik(P)
  • Jendela kamar Ibu(S) longgar(P)
  • Rumah itu(S) besar(P)
  • Anjing itu(S) galak(P)

2). Struktur Subjek – Predikat – Objek (S-P-O)

Struktur S-P-O haruslah mengandung unsur-unsur seperti subjek, predikat dan objek dalam suatu kalimat. Contoh kalimat yang mencerminkan struktur S-P-O adalah:

  • Adik(S) mencuci(P) piring(O)
  • Kakak(S) menyiram(P) bunga(O)
  • Ayah(S) mengemudikan(P) mobil(O)
  • Paman(S) menggunting(P) rambut(O)
  • Ibu(S) memotong(P) sayur(O)

3). Struktur Subjek – Predikat – Pelengkap (S-P-Pel)

Beberapa contoh kalimat yang mengandung struktur S-P-Pel adalah:

  • Adik(S) menangis(P) keras(Pel)
  • Kakak(S) tertawa(P) riang(Pel)
  • Ibu(S) tersenyum(P) lucu(Pel)
  • Ayah(S) marah(P) besar(Pel)
  • Nenek(S) berjalan(P) lambat(Pel)

4). Struktur Subjek – Predikat – Keterangan (S-P-K)

Beberapa kalimat yang menggunakan struktur kalimat S-P-K adalah:

  • Ibu(S) menjahit(P) tadi malam(K)
  • Kakak(S) pulang(P) ke rumah(K)
  • Bibi(S) memasak(P) tadi pagi(K)
  • Ayah(S) pergi(P) ke kantor(K)
  • Adik(S) pergi(P) ke sekolah(K)

5). Struktur Subjek – Predikat – Objek – Pelengkap (S-P-O-Pel)

Struktur S-P-O-P dalam sebuah kalimat bisa dicontohkan seperti di bawah ini:

  • Ayah(S) membaca(P) koran(O) cepat(Pel)
  • Kakak(S) membuang(P) sampah(O) sembarangan(Pel)
  • Sepupu(S) menjinjing(P) tas(O) bermotif(Pel)
  • Adik(S) menata(P) puzzle(O) acak(Pel)
  • Bibi(S) membuat(P) kue(O) pesta(Pel)

6). Struktur Subjek – Predikat – Objek – Keterangan (S-P-O-K)

Contoh kalimat berstruktur S-P-O-K adalah:

  • Kakek(S) membawa(P) cangkul(O) ke sawah(K)
  • Ibu(S) memasak(P) nasi(O) di dapur(K)
  • Kakak bermain(P) layang-layang(O) di lapangan(K)
  • Adik(S) merapikan(P) kamarnya(O) tadi pagi(K)
  • Nenek(S) duduk(P) di kursi(O) depan rumah(K)

Jenis-jenis Kalimat

Ada beberapa jenis kalimat yang wajib untuk diketahui:

1). Berdasarkan Isi

Ada lima jenis kalimat bila didasarkan atas informasi atau isi yang disampaikannya.

  • Kalimat berita yaitu kalimat yang berisi informasi dan biasanya diakhir kalimat ditandai dengan tanda titik (.)

Contoh: Babi liar merusak ladang warga dengan ganasnya

  • Kalimat perintah adalah kalimat yang berisi perintah dan umumnya diakhiri dengan seru (!)

Contoh: Ambilkan kue dalam lemari!

  • Kalimat tanya yaitu kalimat yang berisi pertanyaan dan biasanya diakhir kalimat ditandai dengan tanda tanya (?)

Contoh: Bagaimana proses terbentuknya hujan?

  • Kalimat pengandaian yaitu kalimat yang berisi keinginan dalam bentuk pengandaian

Contoh: Andai saja aku bisa jadi pilot

  • Kalimat ajakan adalah kalimat yang berisikan sebuah ajakan atau permintaan

Contoh: Ayo, kita harus segera bersiap-siap ke pantai!

2). Berdasarkan Sifat Subjek

Kalimat dibedakan menjadi dua macam jika berdasarkan sifat subjek-nya, yaitu:

a. Kalimat aktif merupakan kalimat yang subjeknya berlaku sebagai pelaku. Kata kerja kalimat aktif biasanya ditandai dengan awalan me-. Namun, ada juga kalimat aktif yang predikatnya tidak disertai dengan imbuhan, misalnya makan dan minum. Kalimat aktif itu sendiri dibedakan menjadi dua bila didasarkan atas kebutuhan predikatnya, yaitu:

  • Kalimat aktif transitif merupakan kalimat dengan predikat yang memerlukan objek.

Contoh: Kakak membelikan kado untuk adiknya

  • Kalimat aktif intransitif merupakan kalimat dengan predikat yang tidak memerlukan objek. Contoh: Anak itu menangis

b. Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya sebagai penderita. Pasif itu sendiri terbagi menjadi empat jenis, yaitu:

  • Kalimat pasif bentuk di- yaitu kalimat yang di depan predikatnya bentuk di-. Contoh: Rusa dimakan singa
  • Kalimat pasif bentuk ter- yaitu kalimat yang di depan predikatnya bentuk ter-. Contoh: Kain itu terbawa angin
  • Kalimat pasif pelaku diri yaitu kalimat yang pelakunya adalah dirinya sendiri. Contoh: Buku itu sudah kubaca
  • Kalimat pasif bentuk ke-an yaitu kalimat yang bentuk awalan dan akhiran predikatnya adalah ke- dan –an

Contoh: Kucing itu kelaparan di jalan

3). Berdasarkan Jenis Predikat

Ada dua jenis kalimat berdasarkan atas jenis predikat-nya yaitu:

a. Kalimat verbal adalah kalimat yang predikatnya adalah kata kerja

Contohnya adalah:

  • Ayah membaca koran di balkon
  • Kakak membeli mainan untuk adik

b. Kalimat nominal yaitu kalimat yang predikatnya bukanlah kata kerja

  • Ibunya seorang guru
  • Ayahnya sangat lucu

4). Berdasarkan Struktur Gramatikal

Berdasarkan struktur gramatikal, kalimat bisa dibedakan menjadi dua jenis kalimat, yakni:

a. Kalimat tunggal yaitu kalimat dasar yang dapat berdiri sendiri dan hanya memiliki subjek serta predikat.

Contoh: Ibu-ibu bergosip

b. Kalimat majemuk yaitu kalimat yang terdiri atas induk kalimat dan anak kalimat. Kalimat majemuk terbagi dalam beberapa jenis yaitu:

  • Majemuk setara yaitu apabila ada dua kalimat tunggal atau lebih yang kedudukannya sederajat dan jika dipisah dapat berdiri sendiri. Kata penghubung yang biasa digunakan adalah kata serta, tetapi, kemudian, dan, namun, atau, tanda koma (,), serta lalu.

Contoh: Indonesia termasuk negara berkembang namun Singapura telah digolongkan negara maju

  • Majemuk bertingkat yaitu kalimat yang memiliki dua kalimat yang tidak sederajat, yakni terdiri atas induk kalimat yang berdiri sendiri serta anak kalimat yang bebas. Umumnya, kalimat majemuk bertingkat memiliki kalimat penghubung yaitu hingga, sejak, karena, ketika, sehingga, asalkan, maka, oleh karena itu, jika, meskipun, agar supaya, kecuali, apabila, walaupun, seperti, andai kata, dan dengan.

Contoh: Gadis yang berlesung pipit itu seperti adikku

  • Majemuk campuran yakni kalimat majemuk yang terdiri atas gabungan antara kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat.

Contoh: Adik membuka kado dan Kakak menonton televisi ketika Ibu pulang

5). Berdasarkan Urutan Kata

Berdasarkan atas urutan kata-nya, kalimat ada empat macam yaitu:

  • Kalimat Normal adalah kalimat yang subjeknya di depan predikat atau mendahului predikat. Kalimat normal termasuk dalam kalimat yang berpola dasar.
  • Kalimat Mayor merupakan kalimat yang hanya memiliki subjek serta predikat. Sama seperti kalimat struktur dasar pertama, objek, pelengkap serta keterangan bisa ditambahkan.
  • Kalimat Minor yaitu kalimat yang hanya memiliki satu inti fungsi gramatikal. Bentuknya bisa berupa kalimat salam, kalimat tambahan, kalimat jawaban, judul maupun panggilan.
  • Kalimat Inverse adalah kalimat yang merupakan kebalikan dari kalimat normal oleh karena predikatnya mendahului objek.

6). Berdasarkan Pengucapannya

Bila didasarkan atas pengucapannya, maka kalimat dibedakan menjadi dua yaitu:

  • Kalimat Langsung adalah kalimat yang secara lengkap meniru sesuatu yang diucapkan orang lain. Dalam kalimat ini biasanya terdapat tanda baca kutip yang berupa kalimat berita, kalimat tanya maupun kalimat perintah.

Contoh: “Turunkan senjatamu!” bentak pak polisi

  • Kalimat Tidak Langsung merupakan kalimat yang melaporkan kembali kalimat yang diucapkan orang lain dan biasanya mengandung kutipan yang seluruhnya berbentuk berita.

Contoh: Ibu berkata padaku bahwa sebaiknya belajar daripada bermain

7). Berdasarkan Unsur Kalimat

Berdasarkan pada unsur kalimat, maka kalimat terbagi dalam dua jenis yakni:

  • Kalimat Lengkap merupakan kalimat yang mengikuti struktur dasar kalimat yang sudah dikembangkan maupun tidak.

Contoh: Warna putih melambangkan kesucian

  • Kalimat Tidak Lengkap yaitu kalimat yang hanya memiliki salah satu saja unsur kalimat sehingga dikenal juga sebagai kalimat tidak sempurna. Kalimat tidak lengkap umumnya berupa kalimat yang mengandung salam, semboyan, jawaban, larangan, perintah, sapaan, ajakan dan pertanyaan.

Contoh: Kapan datang?

Gambar Gravatar
Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *