Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pengertian, Tujuan, Fungsi, Struktur dan Kaidah Teks Anekdot

Pengertian, Tujuan, Fungsi, Struktur dan Kaidah Teks Anekdot – Teks anekdot adalah teks yang mengandung hiburan atau lelucon bagi para pembacanya dan biasa dibuat menggunakan karikatur, baik itu karikatur hewan ataupun tumbuhan.

Pengertian, Tujuan, Fungsi, Struktur dan Kaidah Teks Anekdot

Pengertian, Tujuan, Fungsi, Struktur dan Kaidah Teks Anekdot

Atau dengan kata lain, teks anekdot merupakan kisah singkat sekaligus lucu yang digunakan untuk menyampaikan sebuah kritikan melalui sindiran lucu namun tepat mengena terhadap perilaku tokoh publik yang disinggung dalam teks atau tentang kejadian yang menyangkut banyak orang.

Baca Juga :

Intinya, teks anekdot adalah suatu jenis teks yang berisi kejadian-kejadian lucu, konyol bahkan menjengkelkan sebagai akibat dari krisis yang ditanggapi dengan sebuah reaksi.

Teks anekdot biasanya dibuat didasarkan atas pengalaman pribadi, mulai dari yang terkecil hingga yang terbesar. Perlu diingat, bahwa meskipun anekdot dibuat seperti sebuah lelucon saja, namun tujuan utama teks ini tidak hanya membuat pembaca tertawa alih-alih mengungkapkan kebenaran yang lebih umum.

Apakah semua peristiwa atau kejadian lucu dapat dikatakan teks anekdot?

Jawabannya adalah tidak. Alasannya karena tidak semua cerita lucu atau kejadian lucu merupakan cerita humor yang mengandung kritikan sosial.

Untuk itulah, demi melihat penulisan struktur teks anekdot sehingga berikut dicantumkan ciri-ciri teks anekdot yaitu sebagai berikut.

  • Menyerupai dongeng
  • Bersifat humor, lelucon namun juga menyindir
  • Menceritakan tentang hewan serta manusia secara lebih umum dan tentu saja realistis
  • Mempunyai tujuan tertentu

Perbedaan Teks Anekdot dengan Teks Humor

Perbedaan teks anekdot dengan teks humor adalah jika teks anekdot merupakan sebuah cerita yang mengangkat kisah nyata dan isinya membahas tentang masalah terkait tokoh publik atau masalah yang sedang menyangkut banyak orang, maka ide cerita teks humor hanya rekaan belaka dan membahas tentang masalah kehidupan sehari-hari.

Bila fungsi komunikasi dari teks anekdot adalah agar bisa menyampaikan sindiran dan kritik secara halus serta memiliki makna tersirat utuk menyadarkan orang banyak dan para tokoh publik, maka fungsi komunikasi dari teks humor hanyalah berfungsi untuk menghibur dan tidak memiliki makna tersirat yang mengandung sindiran maupun kritikan.

Tujuan Teks Anekdot

Tujuan penulisan teks anekdot adalah sebagai berikut.

  • Media penghibur pembaca teks anekdot
  • Media penyampai pesan yang berupa kritikan dalam bentuk berbeda
  • Sebagai sarana penyampai pesan dalam bentuk lelucon yang memiliki kaidah serta struktur tersendiri

Fungsi Teks Anekdot

Semua teks anekdot memiliki fungsi sama seperti teks-teks lain, misalnya teks observasi yang berfungsi sebagai media pendokumentasian sebuah kejadian ataupun teks eksposisi yang berfungsi sebagai alat informasi yang didasarkan pada sudut pandang khas dari sumber yang bisa dipercaya.

Begitu pula dengan teks anekdot itu sendiri, juga memiliki fungsi tak hanya sebagai cerita yang lucu dan kocak, namun juga mengandung kritikan sosial dalam menyiratkan peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi di tengah masyarakat atau juga yang telah dilakukan oleh tokoh publik. Secara singkat, fungsi teks anekdot dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

  1. Fungsi primer, yaitu sebagai sarana ekspresi yang berkaitan dengan kejengkelan, ketidakpuasan hingga kemarahan pada sebuah peristiwa atau masalah sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat
  2. Fungsi sekunder, yaitu sebagai bahan hiburan, analogi atau sebuah contoh dalam menjelaskan sesuatu sebagai sarana penarik perhatian dan lain-lain

Struktur Teks Anekdot

Hal mendasar yang membedakan teks anekdot dengan teks lain adalah struktur teks anekdot itu sendiri. Bagaimana sebenarnya struktur teks anekdot itu? Berikut penjelasannya!

  1. Abstraksi, merupakan bagian awal dari teks anekdot. Bagian ini sangatlah penting agar pembaca dapat memahami tujuan dari teks anekdot yang dibuat secara mandiri tersebut.
  2. Orientasi, merupakan struktur yang wajib ada pada teks anekdot baik itu teks anekdot yang lucu maupun teks jenis lainnya. Pada bagian orientasi, penulis menjelaskan latar belakang dari permasalahan yang sedang dihadapi. Oleh karena itu, pembaca pun memiliki pengetahuan dari inti teks tersebut,
  3. Krisis atau komplikasi, merupakan bagian cerita yang harus dimiliki oleh sebuah teks untuk melakukan penelitian. Dalam teks anekdot sendiri, masalah dideskripsikan dengan jelas dan tepat pada bagian krisis atau komplikasi agar masalah inti dapat tersampaikan dengan baik kepada pembaca,
  4. Reaksi, merupakan bagian tanggapan dan respon dalam teks anekdot. Pada tahapan ini, terdapat pemecahan dari masalah yang dimuat dalam krisis teks anekdot dalam bentuk respon atau tangapan dari pertanyaan-pertanyaan yang sudah dilontarkan sebelumnya oleh tokoh cerita dalam teks anekdot tersebut,
  5. Koda, dipahami sebagai bagian dari teks yang menjadi bagian penutup sekaligus memuat kesimpulan dari kisah yang disampaikan oleh teks anekdot. Pada bagian ini, pembaca akan dapat lebih memahami maksud dari isi teks anekdot tersebut,

Kaidah Penulisan Teks Anekdot

Beberapa kaidah penulisan teks anekdot tersebut diantaranya adalah:

  1. Menggunakan kalimat-kalimat yang sesuai dengan aturan baku dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
  2. Menggunakan kalimat perintah dan kalimat seru
  3. Menunjukkan kata keterangan masa lampau atau kalimat yang menyatakan tentang kejadian masa lalu.
  4. Menggunakan kata kerja aksi, misalnya membaca, menggambar, melukis, memancing, menyanyi, menulis atau membawa.
  5. Menggunakan penghubung
  6. Menggunakan kata sambung (konjungsi) waktu seperti setelah itu, kemudian, dan sebagainya.
  7. Menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang retorik maksudnya kalimat pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban, seperti : “Apakah kamu tahu?”.
  8. Mengurutkan secara berurutan peristiwa yang ingin disampaikan didasarkan atas kejadian waktu.

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ilmu Pengetahuan Dasar © 2018