Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pengertian Respirasi Sel

Pengertian Respirasi Sel – Respirasi sel merupakan sebuah proses dimana terjadinya penguraian makanan yang akan menghasilkan energi. Proses respirasi sel berlangsung di setiap waktu termasuk malaelm hari ataupun siang hari.

Pengertian Respirasi Sel

Pengertian Respirasi Sel

Respirasi tersebut terjadi pada setiap komponen penyusun makhluk hidup seperti sel tumbuhan, hewan, maupun manusia.

Untuk mengetahui lebih laanjut mengenai respirasi sel, berikut adalah pengetahuan tentang pengertian respirasi sel, tujuan respirasi sel, jenis respirasi sel, proses respirasi sel, dan produk respirasi sel.

Pengertian Respirasi Sel

Menurut Campbell, seorang ilmuwan yang mengkaji ilmu biologi asal Amerika, menuturkan dalam sebuah bukunya bahwa seluruh aktivitas kehidupan seluruh aktivitas kehidupan membutuhkan energi seperti kinerja mekanis, transpor aktif, transfer materi, dan metablisme.

Sehingga, dapat disimpulkan bahwa respirasi sel merupakan sebuah proses perubahan molekul organik yang bersifat kompleks karena mengandung sejumlah energi potensial yang melewati proses katabolisme dimana terjadinya perubahan energi rendah.

Dalam proses ini akan melibatkan oksigen sebagai bahan bakar organik dengan produk akhir berupa air, karbon dioksida, dan energi ATP.

ATP atau Adenosin Tripospat merupakan sumber energi aktivitas sel dalam melakukan kinerja mekanik, sintesis biomolekul, dan pengangkut biomolekul melalui membran menuju area yang memiliki konsentrasi lebih tinggi.

Tujuan Respirasi Sel

Tujuan respirasi sel tak lain hanyalah sebagai penghasil energi yang bermanfaat bagi kelangsungan hidup setiap organisme.

Hal ini disebabkan karena tanpa adanya respirasi sel, seluruh makhluk hidup tidak akan mampu bertahan dikarenakan kekurangan energi.

Jenis Respirasi Sel

Respirasi sel terdiri dari dua jenis yaitu respirasi aerob dan respirasi anaerob. Kedua respirasi ini memiliki perbedaan pada proses karena pelibatan oksigen di dalamnya.

Respirasi aerob merupakan suatu proses pembakaran makanan yang melibatkan oksigen bersumber dari pernapasan yang berguna untuk menghasilkan energi ATP.

Selama proses respirasi berlangsung, karbohidrat, lemak, dan protein akan mengalami oksidasi secara sempurna yang menghasilkan karbondioksida dan air.

Adapun substrat yang terlibat pada proses ini adalah glukosa dengan pelibatan oksigen sebagai penerima elektron terakhir pada rantai transpor elektron yang berlangsung di mitokondria.

Reaksi aerob akan berlangsung dalam tiga fase yaitu glikolisis, dekarboksilasi oksidatif, siklus krebs, dan transpor elektron.

Sementara itu, respirasi anaerob merupakan respirasi yang berlangsung tanpa pelibatan oksigen sebagai akseptor terakhir yang juga memanfaatkan glukosa selama pada prosesnya.

Respirasi aerob atau fermentasi pada umumnya berlangsung dengan bantuan bakteri, lumpur, protista rawa, makanan yang diawetkan, dan tempat-tempat anti oksigen lainnya. Namun, beberapa organisme  melakukan respirasi ini apabila di daerahnya mengalami kekurangan oksigen.

Siklus krebs adalah proses glikosis selanjutnya yang melibatkan asetil KoA yang  akan bereaksi dengan asam oksalat.

Hasil dari reaksi ini akan menghasilkan asam oksaloasetat yang nantinya akan direaksikan kembali dengan bermacam-macam zat hingga mencapai hasil akhir berupa asam oksalosuksinat. Pada tahapan siklus krebs,

Proses Respirasi Sel

Proses respirasi sel berlangsung secara aerob akan melewati empat proses diantaranya adalah glikolisis, dekarboksilasi oksidatif, siklus krebs, dan transpor elektron.

Baca Juga : Pengertian Respirasi Aerob dan Anaerob

Glikolisis merupakan proses penguraian glukosa yang semula memiliki enam atom karbon yang akan diubah menjadi tiga atom karbon. Proses glikolisis ini akan berlangsung di sitosol.

Glukosa yang terlibat pada proses respirasi sel akan dioksidasi hingga menghasilkan dua molekul piruvat. Dalam proses glikosis ini akan menghasilkan empat molekul ATP, namun dua molekul diantaranya akan digunakan sebagai energi untuk reaksi berikutnya.

Setelah mencapai hasil akhir pada proses glikolisis, proses seluler selanjutnya adalah dekarboksilasi oksidatif dimana terjadinya perubahan asam piruvat menjadi asetil KoA.

Siklus krebs merupakan siklus dimana terjadinya pelepasan energi ATP dan hidrogen yang berlangsung di mitokondria. Hidrogen yang mengandung energi akan digabungkan bersama NAD dan FAD untuk diolah dalam sistem transpor elektron.

Proses respirasi sel selanjutnya adalah sistem transpor elektron dimana terjadinya proses perubahan energi nantinya sudah siap untuk digunakan yaitu ATP dan GTP yang berlangsung di membran dalam mitokondria.

Selama proses respirasi sel berlangsung pada tahapan sistem transpor elektron, energi yang akan dihasilkan berupa ATP dan oksigen.

Produk Respirasi Sel

Hasil dari proses respirasi sel akn berupa energi. Energi tersebut merupakan hasil dari sintesis ATP yang secara sempurna mengurai beberapa energi lainnya yang digunakan selama proses respirasi berlangsung.

Satu molekul glukosa yang terurai secara sempurna akan terjadinya fosforilasi yang akan menghasilkan empat  ATP. Sementara itu, fosforilasi oksidatif akan menghasilkan 34 ATP.

Glukosa yang mengalami sistem pelepasan secara oksidasi sempurna akan menghasilkan 686 kkal. Sehingga dapat disimpulkan bahwa fosforilasi ADP berubah menjadi ATP yang menyimpan energi sejumlah 7,3 kkal/mol ATP.

Pada akhirnya, didapatlah efisiensi respirasi sel sejumlah 40% dimana jumlah energi ATP dikali jumlah ATP lalu dibagi dengan energi pelepasan.

Updated: —

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ilmu Pengetahuan Dasar © 2018