Pengertian dan Metode Sensus Penduduk

Pengertian Sensus Penduduk dan Metode Sensus Penduduk – Pernahkan kalian dikunjungi petugas sensus?

Pengertian dan Metode Sensus Penduduk

Pengertian dan Metode Sensus Penduduk

Atau coba lihat bagian pintu/kaca depan rumah kalian, apakah ada stiker sensus yang tertempel?.

Ya, Sensus Penduduk biasa diadakan rutin dalam jangka waktu tertentu untuk mendata penduduk pada suatu wilayah untuk kemudian diakumulasikan dengan wilayah lain. Secara jelasnya, mari kita bahas tentang sensus penduduk.

Pengertian Sensus Penduduk

Sensus penduduk adalah proses pencatatan, perhitungan, dan publikasi data demografis yang dilakukan terhadap semua penduduk yang tinggal di suatu wilayah atau negara tertentu secara bersamaan.

Sensus penduduk juga dapat diartikan sebagai proses pengumpulan, pengolahan, penilaian, penganalisaan, dan penyajian data kependudukan yang terkait ciri-ciri demografi, sosial ekonomi, dan lingkungan hidup penduduk.

Data atau ruang lingkup sensus penduduk mencakup seluruh wilayah geografis suatu negara dan seluruh penduduknya.

Hal ini mencakup semua golongan usia dan jenis kelamin, baik yang bertempat tinggal tetap maupun yang tidak memiliki tempat tinggal tetap.

Sensus penduduk dianggap salah satu kegiatan statistik tertua dan terluas yang dilakukan oleh pemerintahan seluruh dunia.

Menurut sejarah, sensus penduduk telah dilakukan pada Zaman Kekaisaran China sekitar 3000 tahun SM, lalu di Mesir sekitar 2500 tahun SM, dan di zaman Babilonia sekitar 400 tahun SM.

Sensus penduduk yang lebih modern pertama dilakukan di Quebec, Kanada pada tahun 1666. Di Inggris, sensus pertama dilakukan tahun 1801 dimana pelaksanaanya berpengaruh pada daerah jajahannya seperti Indonesia.

Pada tahun 1815, saat masa pemerintahan Raffles, ia mengadakan sensus penduduk di Jawa.

Sedangkan sensus penduduk di Indonesia pasca kemerdekaan sendiri sudah dilakukan sebanyak 6 kali sensus, yang pertama dilakukan pada tahun 1961 dan secara rutin dilakukan setiap 10 tahun sekali, yaitu 1971, 1980, 1990, 2000, dan yang terakhir pada tahun 2010 lalu.

Sensus penduduk diadakan tentu karena memiliki tujuan. Berikut beberapa tujuan dari sensus penduduk (terutama di Indonesia) yaitu :

  • Menyediakan data dasar kependudukan dan perubahannya sampai ke wilayah administrasi terkecil (desa/kelurahan)
  • Menyediakan data kependudukan yang lebih rinci dan mendalam untuk perkiraan parameter kependudukan melalui survei
  • Menyediakan data potensi desa di seluruh Indonesia
  • Menyusun kerangka induk untuk berbagai keperluan

Selain itu, meskipun memerlukan biaya yang besar apalagi di negara luas seperti Indonesia, tetapi hasil dari sensus penduduk juga akan memberi manfaat besar untuk berbagai sektor terkhusus bagi perencanaan dan pelaksanaan fungsi kepemerintahan. Berikut beberapa manfaat dari dilakukannya sensus penduduk :

  • Mengetahui jumlah penduduk keseluruhan
  • Mengetahui golongan penduduk berdasar jenis kelamin, usia, dan kesempatan kerja
  • Mengetahui keadaan pertumbuhan penduduk
  • Mengetahui susunan penduduk menurut mata pencaharian agar diketahui struktur perekonomiannya
  • Mengetahui persebaran penduduk sehingga diketahui mana daerah padat dan mana yang masih jarang penduduk
  • Mengetahui keadaan penduduk suatu kota dan mengetahui akibat migrasinya
  • Merencanakan pembangunan

Mengingat penduduk itu sendiri memiliki mobilitas, maka sensus penduduk memiliki 2 jenis yang didasarkan pada status tempat tinggal penduduk. 2 Jenis Sensus itu adalah

  1. Sensus De Facto

Sensus De Facto dilakukan petugas dengan mencatat setiap orang yang ada di wilayah tersebut pada saat proses sensus sedang berlangsung. Artinya pada sensus ini tidak ada klasifikasi apakah penduduk itu menetap atau hanya sementara.

  1. Sensus De Jure

Pada Sensus De Jure petugas hanya mencatat penduduk yang secara resmi terdaftar sebagai penduduk tetap di daerah tersebut.

Pada sensus ini, penduduk asli yang sudah terdaftar dapat dibedakan dengan penduduk yang belum terdaftar. Penduduk yang belum terdaftar maksudnya ialah orang yang tinggal sementara waktu di tempat tersebut.

Baca Juga : Pengertian De Jure

Metode Sensus Penduduk

Didalam pelaksanaanya, sensus menggunakan dua metode, yaitu :

  1. Metode Householder

Pada metode Householder, pengisian daftar pertanyaan tentang data kependudukan diserahkan langsung kepada penduduk atau responden.

Penduduk akan diberi daftar pertanyaan untuk diisi dan akan diambil kembali atau diserahkan ke aparat desa.

Keunggulan dari metode ini adalah waktu yang diperlukan relatif lebih cepat karena petugas tidak perlu mencatat satu persatu penduduk.

Sedangkan kekurangannya adalah data yang diperoleh kurang terjamin kebenarannya karena ada kemungkinan penduduk tidak mengisi data sesuai kondisi aslinya.

Karena itulah, metode ini bisa dikatakan hanya dapat dilaukan pada daerah yang tingkat pendidikan penduduknya relatif tinggi.

  1. Metode Canvaser

Berbeda dengan metode sebelumnya, Metode Canvaser menerapkan pengisian daftar pertanyaan yang terkait dilakukan oleh petugas sensus itu sendiri.

Baca Juga :

Petugas harus mendatangi satu persatu penduduk dan mewawancarainya berdasarkan pertanyaan yang ada pada daftar.

Keunggulan dari metode ini adalah data yang didapat lebih terjamin kelengkapannya dan penduduk sulit melakukan pemalsuan data. Namun kekurangannya adalah diperlukan waktu yang lebih lama.

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..