Pengertian dan Perbedaan De Jure dan De Facto Secara Internasional

Diposting pada

Pengertian dan Perbedaan De Jure dan De Facto Secara Internasional – Perjuangan suatu negara dalam upaya memerdekakan wilayahnya adalah bertujuan untuk menjadikan wilayah tersebut sebagai sebuah negara yang diakui di dunia internasional sehingga dapat menjalankan proses kehidupan bernegara dan dapat menjalin hubungan dengan negara lain.

Pengertian dan Perbedaan De Jure dan De Facto Secara Internasional
Pengertian dan Perbedaan De Jure dan De Facto Secara Internasional

Agar suatu negara dapat diakui keberadaannya di dunia internasional maka wilayah tersebut harus memenuhi unsur konstitutif dengan adanya wilayah, rakyat, pemerintahan yang berdaulat dan juga memnuhi unsur deklaratif yaitu adanya pengakuan dari negara lain.

Meski dengan memenuhi unsur konstitutif saja suatu wilayah tersebut sudah dapat dikatakan sebagai sebuah negara, namun unsur deklaratif ini juga tidak kalah pentingnya dengan unsur konstitutif.

Dengan diakuinya suatu negara oleh negara lain, maka negara tersebut dapat membentuk suatu kerjasama internasional.

Baca Juga :

Pengakuan tersebut ada yang bersifat de facto adapula yang bersifat de jure. De facto dan de jure adalah kata yang berasal dari bahasa latin.

De facto artinya berdasarkan fakta atau kenyataannya sedangkan de jure artinya berdasarkan dengan aturan yang sah atau hukum yang berlaku.

Meski keduanya merupakan bentuk pengakuan terhadap sesuatu namun kedua kata tersebut memiliki arti yang jauh berbeda.

De Facto

De facto digunakan sebagai bentuk pengakuan suatu negara kepada negara lain apabila negara tersebut telah merdeka dan telah memenuhi unsur-unsur terbentuknya suatu negara dengan dibuktikan adanya wilayah, rakyat yang menduduki wilayah tersebut serta pemerintahan yang berdaulat.

De facto dibagi menjadi dua jenis yaitu pengakuan de facto yang bersifat tetap dan pengakuan de facto yang bersifat sementara.

Pengakuan negara secara de facto yang bersifat tetap artinya negara tersebut telah mengakui negara tersebut bukan hanya dari keberadaannya namun juga memberikan pengakuan untuk kemampuannya dengan menjalin hubungan internasional dengan negara lain dalam perekonomian dan perdagangan.

Sedangkan pengakuan negara secara de facto yang bersifat sementara adalah pengakuan negara yang tidak melihat perkembangan kedepannya dari suatu negara yang diakuinya tersebut, apakah negara tersebut akan bertahan lama atau hanya sementara sehingga jika suatu saat negara yang diakui itu hancur maka negara yang memberi pengakuan akan menarik kembali pengakuannya tersebut.

De Jure

Berbeda dengan pengakuan secara de facto yang hanya mengakui keberadaan suatu negara dari fakta yang ada, pengakuan secara de jure lebih bersifat mutlak karena pengakuan secara de jure adalah pengakuan kepada sebuah negara secara resmi sesuai dengan hukum yang berlaku secara internasional beserta dengan segala akibat yang akan ditanggung oleh negara yang memberi pengakuan tersebut.

Pengakuan secara de jure juga dibagi menjadi dua jenis. Pengakuan de jure yang bersifat tetap dan pengakuan de jure yang bersifat penuh.

Pengakuan de jure bersifat tetap adalah pengakuan suatu negara terhadap negara lain yang telah merdeka yang berlaku selamanya karena negara tersebut menunjukan pemerintahannya yang stabil sehingga akan abadi menjadi sebuah negara.

Sedangkan pengakuan de jure yang bersifat penuh yaitu pengakuan yang bukan hanya mengakui secara lisan ataupun tulisan namun juga dibuktikan dengan adanya hubungan diplomatik dan politik selain telah terjadinya hubungan perdagangan dan ekonomi.

Negara yang telah diakui secara de jure bersifat penuh juga dapat membuka kantor kedutaan besar di negara yang mengakuinya sebagai bentuk perwakilan konsulat di negara tersebut.

Dengan begitu hubungan yang terjalin antara kedua negara yang telah mengakui secara de jure penuh ini bersifat sah secara hukum.

Baca Juga :

Terlihat jelas terdapat beberapa perbedaan dalam mengimplikasikan pengakuan terhadap suatu negara yang secara de facto maupun de jure, perbedaan-perbedaan tersebut terletak pada:

  1. Perbedaan pengertian, seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa arti dari kata de facto dan de jure adalah dua hal yang bertolak belakang. Dengan kata lain pengakuan de facto hanya diakui secara kasat mata sedangkan pengakuan secara de jure diakui secara utuh.
  2. Sifat pengakuan, jika pengakuan secara de facto memiliki dua sifat yaitu bersifat tetap dan sementara, lain halnya dengan pengakuan secara de jure yang memiliki dua sifat berbeda yaitu bersifat tetap dan penuh yang masing-masing memiliki makna yang berbeda.
  3. Jangka waktu, berdasarkan jangka waktu emberian pengakuan antara de facto dan de jure juga memiliki perbedaan. Pengakuan secara de facto hanya memiliki jangka waktu yang sementara artinya sewaktu-waktu pengakuan tersebut dapat ditarik kembali. Namun untuk pengakuan secara de jure bersifat abadi atau selamanya.
  4. Bentuk hubungan bilateral yang terjalin antara negara yang diakui dan negara yang mengakui secara de facto negara yang mengakui hanya sebatas mengakui kemampuan negara yang diakui tersebut dalam menjalin hubungan kerjasama perdangan dan ekonomi namun belum dapat dijalankan, sedangkan dalam pengakuan secara de jure baik negara yang mengakui maupun yang diakui telah dapat melaksanakan hubungan bilateral yang diatur di dalam hukum internasional.
  5. Pencabutan pengakuan, negara yang telah memberikan pengakuan secara de facto dan de jure dapat dicabut pengakuan tersebut apabila secara de facto dapat mencabut pengakuan dengan cara pernyataan lisan maupun tulisan terhadap negara yang diakuinya namun secara de jure pencabutan pengakuan harus sesuai dengan hukum internasional.
Gambar Gravatar
Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *