Panduan Cara Budidaya Tanaman Wortel Untuk Pemula

Cara Budidaya Tanaman Wortel – Tanaman wortel merupakan tanaman yang dimanfaatkan pada bagian umbinya untuk dikonsumsi.

Panduan Cara Budidaya Tanaman Wortel Untuk Pemula

Panduan Cara Budidaya Tanaman Wortel Untuk Pemula

Umbi tanaman wortel memiliki banyak khasiat yang bermanfaat bagi tubuh diantaranya adalah sebagai pencegah kanker, menjaga kesehatan kulit dan kesehatan mata, dan lain sebagainya.

Dikarenakan khasiat yang terkandung di dalamnya membuat tanaman ini menjadi tanaman yang dibudidayakan oleh pelaku budidaya di Indonesia.

Baca Juga :

Namun, tanaman ini hanya dapat tumbuh dengan memperhatikan keadaan tanah, suhu, cara penanaman yang baik dan benar, perawatan serta pemeliharaan tanaman.

Mengenal Varietas Wortel di Indonesia

Pada umumnya, terdapat tiga macam tanaman wortel yang sering dibudidayakan di Indonesia, yaitu Imperator, Chantenay, dan Nantes.

Wortel Imperator memiliki ukuran panjang sekitar 20 hingga 30 cm dengan bentuk umbi yang berbentuk bulat memanjang dan lancip pada ujungnya.

Salah satu jenis wortel imperior adalah Scarlett Wonder. Wortel Chantenay memiliki ukuran panjang sekitar 15 hingga 20 cm dengan bentuk umbi bulat memanjang.

Salah satu jenis wortel Chantenay ini adalah Royal Cross. Sementara itu, jenis wortel Nantes merupakan perpaduan dari wortel Imperior dan wortel Chantenay.

Hal Dasar yang Harus Diperhatikan

Beberapa hal dasar yang tidak boleh dilupakan sebelum melakukan budidaya tanaman wortel adalah mengetahui kondisi alam sekitar area budidaya, seperti tanah, suhu, dan kelembaban udara.

Keadaan tanah yang tepat untuk melakukan budidaya tanaman wortel ini memiliki pH 5.5 hingga 6.5 dengan kemiringan tanah mencapai 30% serta berada pada ketinggian 1.000 hingga 1.500 di atas permukaan laut.

Tanaman wortel hanya akan tumbuh pada daerah dengan suhu 15ºC hingga 21ºC dengan kelembaban mencapai 80% hingga 90%.

Hal-hal yang Harus Dilakukan Dalam Pemilihan Bibit Tanaman Wortel

Untuk mendapatkan bibit tanaman wortel yang berkualitas, dibutuhkan indukan yang juga berkualitas. Bibit tersebut bisa didapatkan dengan menanamnya sendiri atau membelinya dari pihak lain, namun bagi pemula disarankan untuk membelinya.

Pembenihan Tanaman Wortel

Pembenihan tanaman wortel didahului dengan proses pencucian lalu direndam semalaman dengan air dingin. Perendaman tersebut bertujuan untuk memecah masa dormansi benih tanaman wortel sehingga kecambah dapat tumbuh dengan baik.

Setelah kecambah tumbuh, tanamlah benih tersebut pada tempat yang aman menjelang pengolahan tanah dilakukan.

Pengolahan Area Budidaya Tanaman Wortel

Pengolahan area budidaya tanaman wortel dilakukan dengan menggunakan sabit, cangkul, dan pupuk kompos atau pupuk kandang. Pastikan area budidaya tanaman wortel sudah bersih dari tanaman liar.

Setelah area budidaya tanaman wortel bersih, gemburkan tanah sedalam 40 cm dengan menggunakan cangkul  lalu taburkan pupuk kompos atau pupuk kandang tersebut dengan komposisi 3:1 dan diamkan hingga satu minggu.

Apabila area budidaya memiliki pH yang rendah, hal tersebut dapat diatasi dengan menambahkan kapur pertanian atau dolomit sebelum melakukan pembuatan bedengan.

Ukuran bedengan yang diberlakukan memiliki lebar dengan ukuran 130 cm dan tinggi 50 cm dengan panjang yang dapat disesuaikan.

Pastikan pengairan pada bedengan terjaga dengan menambahkan drainase sedalam 40 cm serta memberikan jarak antar tanaman pada bedengan tersebut.

Penanaman Tanaman Wortel

Benih yang telah tumbuh atau diperkirakan sudah berumur 2 hingga 3 minggu tersebut dapat dipindahkan pada bedengan. Pastikan menanam benih tersebut dengan baik dan benar tanpa menyakiti tanaman tersebut.

Penanaman benih wortel dilakukan dengan cara membenamkan seluruh bagian benih tersebut dengan tanah. Lakukan penyiraman agar nutrisi tanaman terjaga menjelang tumbuhnya daun pada tanaman wortel tersebut.

Perawatan dan Pemeliharaan Tanaman Wortel

Proses perawatan dan pemeliharaan tanaman wortel meliputi penyiangan, pengairan, dan pemupukan lanjutan.

  • Penyiangan tanaman wortel dilakukan untuk menghambat pertumbuhan hama seperti rumput dan lainnya. Penyiangan tersebut dapat dilakukan sesuai dengan keadaan area budidaya.
  • Pengairan atau penyiraman tanaman wortel merupakan hal yang mesti diperhatikan karena tanaman wortel merupakan tanaman yang memerlukan asupan air maksimal. Namun, kendalikan penyiraman agar tanaman wortel tidak mengalami pembusukan.
  • Pemupukan lanjutan diberikan setelah tanaman wortel berumur satu bulan dengan pemberian pupuk organik ataupun non-organik. Pemberian pupuk organik atau pupuk kandang dapat diberikan dengan komposisi 1.5 kg yang ditaburkan pada setiap bedengan. Sementara itu, pupuk non-organik yang diberikan terdiri dari pupuk urea dan KCl dengan perbandingan 2:1 dengan komposisi sebanyak 300 kg untuk setiap hektar budidaya tanaman wortel.

Jenis Hama dan Penyakit yang Sering Menyerang Tanaman Wortel

Tidak dapat dipungkiri bahwa hama dan penyakit sering kali mengganggu pertumbuhan dan perkembangan tanaman wortel. Hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman wortel diantaranya adalah ulat tanah, kutu daun, cendawan Cercospora, dan nematoda.

Cara membasmi ulat dank utu daun adalah dengan membasmi sarangnya secara manual. Sementara itu, cendawan dan nematoda dapat dibasmi dengan penyemprotan fungisida.

Pemanenan Budidaya Tanaman Wortel

Tanaman wortel sudah dapat dipanen apabila telah memasuki usia 3 bulan terhitung dari awal masa penanaman. Hal tersebut dilakukan untuk mendapatkan kualitas umbi tanaman wortel yang terbaik.

Baca Juga :

Cara pemanenan tanaman wortel tidaklah sulit karena hanya dilakukan dengan pencabutan tanaman wortel tersebut.

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *