Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Apel

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Apel – Apel berasal dari Asia Barat dan dapat tumbuh di iklim sub tropis.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Apel

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Apel

Di Indonesia, pohon apel dapat tumbuh dengan baik di daerah dataran tinggi, diantaranya di daerah Malang, Pasuruan, Buleleng, Tabanan, Banyuwangi dan daerah lain di Indonesia.

Selain memiliki rasa yang enak, buah apel juga kaya akan vitamin C dan vitamin B yang dapat bermanfaat bagi kesehatan.

Apel juga mengandung serat yang dapat berfungsi untuk mengikat kolesterol LDL dan mengeliminasinya dari tubuh, sehingga memiliki manfaat untuk menurunkan kadar kolesterol.

Kulit apel mengandung flavonoid quercetin yang memiliki aktivitas antioksidan, sehingga dapat dimanfaatkan untuk pencegahan penyakit kanker.

Pohon apel dapat tumbuh di daerah dengan curah hujan 1.000-2.600 mm/ tahun. Namun, pohon apel membutuhkan masa tanpa hujan sekitar 3-4 bulan, yaitu ketika pohon apel sedang berbunga.

Apabila turun hujan ketika masa apel sedang berbunga, maka bunga akan gugur dan buah apel tidak bisa dihasilkan. Tanaman apel juga membutuhkan sinar matahari yang cukup sekitar 50-60% paparan sinar matahari setiap harinya, terutama ketika sedang dalam masa pembungaan.

Suhu optimum untuk pertumbuhan apel adalah sekitar 18-28oC dengan kelembaban berkisar antara 75-85%.

Klasifikasi Tanaman Apel

Klasifikasi dari tanaman apel menurut sistem Cronquist adalah :

  • Kingdom : Plantae
  • Subkingdom : Tracheobionta
  • Superdivisi : Spermatophyta
  • Divisi : Magnoliophyta
  • Kelas : Magnoliopsida
  • Subkelas : Rosidae
  • Ordo : Rosales
  • Famili : Rosaceae
  • Genus : Malus
  • Spesies : Malus domestica

Morfologi Tanaman Apel

Untuk apel jenis Malus domestica, terdapat berbagai macam varietas yang memiliki ciri khas yang berbeda-beda, diantaranya adalah Fuji, Golden Delicious dan masih banyak lagi.

Pohon apel memiliki ukuran kecil hingga sedang dengan kanopi yang melebar, serta mampu mencapai tinggi 30 kaki ketika tumbuh di alam liar atau 6-15 kaki ketika dibudidayakan.

Baca Juga : Cara Budidaya tanaman Apel

Berikut morfologi dari tanaman apel yang dapat membedakannya dari tanaman lainnya.

  • Akar

Akar pohon apel yang berasal dari biji merupakan akar tunggang, yang mana memiliki ciri-ciri tumbuh secara lurus kebawah, lalu membentuk cabang-cabang yang akan menjalar ke samping.

Akar tunggang ini berfungsi sebagai penopang pohon apel, sekaligus untuk menghisap unsur hara dan air dari dalam tanah dengan menembus lapisan tanah yang memiliki tekstur keras.

Sementara itu, apabila budidaya dilakukan melalui stek, maka akar yang terbentuk adalah akar serabut yang relatif lemah dan mudah rusak.

  • Batang

Batang pohon apel dilapisi oleh kulit yang tebal berwarna muda kecokelatan hingga cokelat keabuan.

Selain itu, batang apel memiliki kayu dengan tekstur yang kuat dengan cabang yang akan bertumbuh secara lurus tanpa ranting.

  • Daun

Pohon apel memiliki daun berbentuk lonjong dengan ukuran yang bervariasi. Ujung daunnya runcing, pangkal daunnya tumpul, serta memiliki tepi daun yang bergerigi dan teratur.

Sisi daun ada yang melipat kebawah atau ada juga yang melipat keatas. Permukaan daunnya lurus atau bergelombang, serta ditutupi bulu-bulu yang halus.

  • Bunga

Bunga apel membentuk tandan, yang mana tiap tandan terdiri dari 7-9 bunga. Tiap bunga dihubungkan dengan tangkai pendek ke batang pohon.

Mahkota bunga memiliki warna putih hingga merah jambu, serta terdiri dari 5 helai kelopak. Di dalamnya terdapat benang sari, sementara itu di tengahnya terdapat putik yang mengandung ovarium.

Sistem perbungaannya adalah 4-6 bunga membentuk payung, dengan bunga pertama membuka. Bunga dari pohon apel sering disebut sebagai “King of Blooms” karena memiliki jumlah bunga yang banyak.

  • Buah

Buah apel memiliki bentuk lonjong, dengan bagian atasnya membentuk lekukan dangkal (pome). Kulit apel memiliki tekstur yang sedikit kasar, berpori, lalu akan semakin halus dan mengkilat ketika buahnya semakin matang.

Warna buah apel bervariasi tergantung dari varietasnya mulai dari hijau kekuningan, hijau kemerahan hingga warna merah.

Buah apel akan mulai muncul 3-5 tahun setelah terjadi penyerbukan, meskipun beberapa jenis varietas apel mungkin berbuah pada tahun ke-2 setelah penyerbukan. Pemetikan buah apel dapat Anda lakukan pada umur 3-5 bulan setelah bunga apel mekar. Namun tergantung juga kepada varietas dari apel yang Anda budidayakan.

Jika Anda ingin memanen atau memetik buah dari pohon apel, maka pastikan bahwa buah apel sudah mencapai masa masak fisiologis, yaitu memiliki ukuran yang maksimal, aroma yang menggoda dengan warna buah apel yang tampak cerah dan segar.

Setelah dipetik, apel harus disimpan di tempat yang teduh dan tidak terpapar sinar matahari untuk mencegah oksidasi dari buah apel

  • Biji

Biji buah apel berbentuk lonjong dan meruncing pada bagian atasnya, sementara bagian bawahnya membulat. Warna dari biji apel adalah cokelat hingga kehitaman.

Baca Juga :

Itu dia klasifikasi dan morfologi dari tanaman apel. Sekarang Anda bisa mengidentifikasikan tanaman apel dengan mudah, bukan?

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..