Pengertian, Jenis, Fungsi dan Cara Penggunaan Anemometer

Pengertian Anemometer : Jenis, Fungsi dan Cara Penggunaan Anemometer – Kecanggihan otak para ilmuan memang tidak bisa diremehkan.

Sejak terjadinya peristiwa renaissance yang merupakan kiblat bangkitnya ilmu pengetahuan di bumi ini hingga jaman modern seperti sekarang, seakan tidak henti hentinya rilis temuan temuan terbaru tentang alat alat fisika, kimia, listrik hingga alat medis. Termasuk alat yang akan kami jelaskan pada artikel berikut ini yaitu Anemometer.

Baca Juga : Prinsip Kerja Voltmeter

Sekalipun anemometer bukan barang baru di dunia Geo Fisika dan Meteorologi, tetapi masih banyak orang yang tidak mengetahui fungsi dan cara penggunaannya. Bahkan definisinya pun masih asing di telinga.

Atas dasar itulah, kami akan menjelaskan tentang anemometer secara detail baik penjelasan tentang pengertian, fungsi, jenis dan bagaimana cara penggunaannya.

Tujuan penjelasan ini semata untuk menambahkan horizon harapan atau wawasan keilmuan kita tentang alat alat canggih.

PENGERTIAN ALAT ANEMOMETER

Anemometer adalah alat atau perangkat yang digunakan untuk menghitung kecepatan angin. Alat ini biasanya digunakan oleh BMKG atau Badan Meteorologi dan Geofisika ketika akan melakukan pendataan informasi tentang perabaan cuaca atau iklim terkini.

Sampai sejauh ini, anemometer masih menjadi rujukan kisaran penghitungan kecepatan angin karena dianggap paling canggih dan paling tepat sasaran dibandingkan alat yang lain.

Anemometer diambil dari etimologi kata Yunani “Anemos “ yang memiliki arti angin. Sedangkan istilah bebasnya Anemos atau angin memiliki makna udara yang bergerak ke berbagai arah dari tempat yang satu ke tempat lainnya.

Penemu anemometer adalah seseorang berkebangsaan Italia bernama Leon battista Alberti tepatnya pada tahun 1450.

Di kala itu, anemometer sudah dipraktekkan di tempat lapang dan luas. Manakala angin berhembus, maka secara otomatis baling baling yang terpasang pada alat tersebut akan berputar.

Teorinya adalah semakin cepat hembusan angin, perputaran baling baling juga semakin kencang. Nah perputaran inilah yang akan dihitung perdetik oleh satu alat pencacah digital yang ada di dalam alat anemometer.

JENIS ALAT ANEMOMETER

Alat anemometer memiliki banyak jenis. Namun, secara garis besar, jenis jenis anemometer hanya terbagi menjadi dua saja yaitu velocity anemometer dan pressur anemometer.

Perbedaannya adalah kalau velocity anemometer adalah alat untuk mengukur kecepatan angin sedangkan pressur anemometer adalah alat untuk mengukur tekanannya saja.

Nah dari kedua jenis inilah, anemometer dibagi lagi menjadi beberapa jenis dengan penjelasan berikut ini :

a). Velocity Anemometer

  1. Cup Anemometers

Cup anemometers pertama kali dibuat oleh Dr John Thomas Romney Robinson di tahun 1864. Bentuk dari alat ini terdiri dari 3 mangkuk seukuran ½ lingkaran yang terangkai di setiap ujung gagang berbentuk horizontal. Ketika ada hembusan, angin akan melewati setiap cup tersebut sehingga gagangnya otomatis berputar.

Biasanya alat ini digunakan untuk kepentingan industri atau riset sumber daya angin di studi studi geofisika dan meteorologi.

  1. Windmill Anemometers

Anemometer ini tidak lagi berbentuk cup tetapi sudah berbentuk baling baling. Bentuknya juga tidak horizontal tetapi vertikal.

Jika hembusan angin teratur dan normal, maka alat ini bisa berfungsi dengan maksimal. Bahkan alat yang juga disebut dengan istilah meter air ini juga berfungsi sebagai pusat ventilasi pertambangan dan bangunan.

  1. Hot Ware Anemometers

Hot ware anemometers adalah alat pengukur kecepatan angin yang bahan komponennya terbuat dari kawat super halus yang panas. Apabila angin yang berhembus menyentuh kawat, maka kawat tersebut secara otomatis akan mendingin.

Menurut ahli Geo Fisika, alat ini memiliki respon yang cukup tinggi dengan resolusi ketepatan cukup baik dibandingkan alat pengukur yang lain.

b). Pressur Anemometers

  1. Plate Anemometers

Plate anemometers adalah alat yang dipakai khusus untuk tempat tinggi, karena bahan yang digunakan adalah plat. Teorinya adalah semakin tinggi letak plak pada alat, kemampuan mengukur tekanan angin juga semakin baik.

  1. Tube Anemometers

Alat ini berbentuk tabung bening yang didalamnya terdapat air atau cairan. Salah satu dari ujung tabung di sket untuk berhadapan dengan arah angin. Nah, jika angin berhembus, tekanan akan menyerang tabung sehingga air di dalamnya bergerak seirama dengan kecepatan angin yang datang.

FUNGSI ANEMOMETER

Kurang lebih ada 5 fungsi anemometer yang harus anda ketahui yaitu :

  1. Mengukur kecepatan angin
  2. Menghitung tekanan angin
  3. Mengukur volume gas
  4. Menentukan Arah mata Angin
  5. Untuk pengamatan cuaca

CARA PENGGUNAAN ANEMOMETER

Cara menggunakan anemometer tidak boleh sembarangan. Ada trik tersendiri jika ingin alat tersebut berfungsi baik dan efektif.

Cara yang pertama adalah memegang alat dengan posisi vertikal. Jika posisi pegangan tidak stabil, maka anda bisa menggunakan media penyanggah agar hasilnya lebih pas dan ajeg. Nah, jika cara guna diatas sudah dipenuhi, anda tinggal melihat data kecepatan angin pada spido meter yang sudah terpasang pada alat.

Itulah pengertian, jenis, fungsi dan cara penggunaan alat anemometer. Silahkan anda beli dan coba alat ini jika anda ingin mengetahui kecepatan angin dan cuaca terkini di lingkungan anda.

Baca Juga : Pengertian Amperemeter

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *