Pengertian, Jenis, Fungsi  dan Prinsip Kerja Barometer

Diposting pada

Pengertian Barometer : Jenis, Fungsi  dan Prinsip Kerja Barometer – Percayakah anda jika udara ternyata bisa diukur dengan alat tertentu bernama Barometer? Padahal udara berisi gas yang kasat mata dengan volume cukup ringan sehingga tehnik pengukurannya pun dijamin akan teramat sulit?

Faktanya, udara bisa diukur dengan tepat dan pas. Maka dari itu, teori ini perlu kita pelajari sehingga kita tidak terkaget kaget dengan atmosfir ilmu pengetahuan yang berkembang semakin pesat.

Baca Juga : Cara Penggunaan Anemometer

Pertanyaan selanjutnya adalah alat apakah yang bisa mengukur objek atau benda se ringan udara?

Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut, silahkan simak artikel ini yang kami tulis dengan tema barometer dengan rilis detail dari segi pengertian, fungsi dan cara kerjanya.

PENGERTIAN BAROMETER

Barometer adalah perangkat yang berfungsi untuk menghitung atau mengukur tekanan udara. Alat yang ditemukan pada tahun 1600 an ini sudah digunakan oleh banyak ilmuan hingga saat ini.

Bahkan, hingga jaman modern sekalipun alat yang ditemukan oleh Evangelista Torricelli ini tetap eksist bahkan sudah memiliki dua jenis barometer yaitu barometer raksa dan yang mutakhir barometer logam.

Barometer raksa merupakan barometer kuno yang memiliki nama lain yang sama dengan nama penemunya yaitu barometer Torricelli. Barometer ini masih menggunakan peran raksa sebagai sarana untuk mengukur tekanan udara.

Bentuk barometer raksa menyerupai tabung yang posisi atasnya tertutup sedangkan posisi bawahnya terbuka dengan tinggi tabung seukuran kira kira 1 meter.

Sebagian isi dari pipa tersebut adalah raksa, sedangkan bagian atas terdapat ruang hampa dari udara dan bagian bawahnya terbenam pada wadah yang juga penuh dengan raksa.

Nah untuk menghitung tekanan udara atau oksigen, anda tinggal mengkalkulasikan tinggi raksa yang ada di dalam pipa dengan permukaan raksa di dalam wadah.

Sedangkan barometer logam berbeda dengan barometer raksa. Barometer logam adalah barometer modern yang inti bahannya menggunakan logam. Bahkan ruang hampanya pun terbuat dari logam.

Apabila rongga logam mendapat tekanan out put, maka dengan sendirinya logam akan mengkerucut. Akibat pengkerucutan ini, logam akan menyenggol jarum sehingga jarum skala pun bergerak berputar.

Nah anda tinggal membaca pergerakan jarum untuk menentukan tekanan udara.  Teorinya adalah semakin kuat tekanan oksigen, perputaran jarum juga semakin cepat diakibatkan oleh pengerucutan atau pengempisan logam yang semakin hebat.

JENIS DAN FUNGSI BAROMETER

Untuk menentukan fungsi barometer, anda harus terlebih dahulu mempetakan jenis jenisnya. Karena jenis barometer yang satu memiliki fungsi berbeda dengan jenis barometer yang lainnya. Berikut ini kami list beberapa jenis tersebut beserta penjelasan tentang fungsi fungsinya.

  1. Barometer Air Raksa

Barometer air raksa digunakan untuk memonitor dan menghitung apakah udara atau oksigen berpotensi untuk mengirimkan badai.

Proses kerjanya adalah manakala tekanan atmosfer mengalami penurunan, kotak mercuri di dalam tabung juga akan menukik turun. Itu artinya badai bisa terjadi. Namun, jika badai sudah lewat, kolom mercuri juga naik akibat tekanan atmosfer juga meningkat.

  1. Barometer Air

Barometer air atau termometer Goethe berfungsi untuk menentukan tekanan udara pada air. Cara kerjanya adalah cerat kaca yang terangkai dengan wadah akan terisi air karena di dalam wadah kacanya sudah terisi sebagian dengan air.

Kalau tekanan udara melemah, air di dalam cerat akan naik hingga melewati permukaan wadah. Sebaliknya jika air turun berarti, atmosfer saat itu tekanannya juga turun.

  1. Barometer Aneroid

Barometer aneroid termasuk barometer kuno karena sudah ditemukan pada tahun 1843. Barometer ini memiliki sistem kerja dan rangkaian yang cukup jelimet ketika harus menentukan tekanan udara.

Barometer jenis ini terbuat dari logam elastis perpaduan dari tembaga dan berilium yang dikenal dengan sebutan kapsul aneroid.

Pada barometer ini, wadah harus tertutup rapat setelah sebelumnya oksigen di dalam ruang sudah disterilkan dan habis. Jika logam mengembang atau mengalami penyusutan, berarti telah ada perubahan tekanan yang terbaca dari dalam ruang yang kosong tadi.

  1. Barograf

Barograf adalah jenis barometer yang serupa dengan aneroid yaitu bisa membaca tekanan udara dari ruang atau wadah yang kosong.

Tetapi perbedaannya barograf tidak hanya bisa membaca tetapi juga merekamnya dengan proses perekaman yang singkat.

Barometer ini terbuat dari logam berbentuk silinder yang disampingnya terdapat lengan pena. Fungsi dari logam tersebut adalah untuk membaca tekanan udara sedangkan lengan pena berfungsi sebagai pencatat perubahan tekanan ke atas kertas.

PRINSIP KERJA BAROMETER

Di dalam suhu yang terdapat tekanan udara, ukuran paling normal adalah 76 cm untuk air raksa.

Hal ini disebabkan oleh ruang hampa teratas pada barometer yang berisi kolom merkuri tidak terpengaruh oleh perubahan tekanan dari tabung kaca. Itu artinya, kolom merkury akan bergerak naik turun seirama dengan tekanan udara yang ada di dalam bejana berisi air raksa.

Teorinya adalah semakin besar tekanan udara, pergerakan kolom mercury juga semakin naik sebaliknya kalau tekanan udara atau oksigen semakin rendah, maka gerak kolom mercury akan semakin turun.

Itulah pengertian, fungsi dan jenis serta prinsip kerja barometer didalam mengukur tekanan udara atau oksigen.

Baca Juga : Pengertian dan Prinsip Kerja Voltmeter

Gambar Gravatar
Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *