Pengertian, Manfaat dan Cara Pembuatan Biogas

Diposting pada

Pengertian Biogas : Manfaat dan Cara Pembuatan Biogas – Seiring dengan menipisnya berbagai sumber daya alam guna keperluan transportasi, keperluan industri hingga keperluan rumah tangga, Anda pasti sering mendengar mengenai biogas.

Pengertian, Manfaat dan Cara Pembuatan Biogas
Pengertian, Manfaat dan Cara Pembuatan Biogas

Biogas merupakan salah satu cara untuk memperoleh bahan bakar yang bisa terus diperbaharui, sehingga bisa menjadi salah satu alternatif bahan bakar fosil. (Baca Juga : Proses Pembentukan Fosil)

Pengertian biogas

Biogas adalah bahan bakar gas yang diperoleh dari proses anaerobik atau fermentasi bahan-bahan organik, diantaranya adalah kotoran manusia atau hewan, limbah rumah tangga (domestik) melalui degradasi anaerobik terhadap bahan-bahan organik oleh bakteri anaerobik.

Biogas tersebut diperoleh dalam bentuk gas yang dilepaskan ketika terjadi proses fermentasi atau metanisasi bahan-bahan organik, seperti kotoran hewan, kotoran manusia maupun sayur-sayuran.

Biogas terdiri dari campuran metana (50-75%), CO2 (25-40%), serta sebagian kecil H2, H2S, O2 dan N2. Kadar dari tiap senyawa tersebut tergantung pada bahan organik yang akan diolah menjadi biogas.

Kelebihan dari biogas adalah mengandung metana yang mana apabila terbakar akan menghasilkan energi yang lebih besar dengan emisi karbon dioksida yang lebih sedikit, sehingga relatif lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar lain.

Selain itu, biogas juga dapat diperbaharui terus-menerus, sehingga akan lebih banyak jumlahnya dibandingkan bahan bakar batu bara.

Manfaat biogas

Biogas dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar pengganti batu bara, Liquiefied Petroleum Gas (LPG), butana, minyak tanah hingga bahan-bahan bakar lain yang berasal dari fosil karena mampu menghasilkan 50-75% gas metana.

Bahan bakar tersebut dapat digunakan untuk keperluan memasak, penerangan, pompa air, pemanas air dan alat-alat lainnya yang membutuhkan bahan bakar.

Dalam jumlah besar, biogas juga dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik. Selain itu, limbah biogas cocok digunakan sebagai pupuk organik karena kaya akan berbagai unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman.

Dibandingkan beberapa bahan bakar lain, biogas memiliki nilai energi yang relatif lebih tinggi, yang mana 1 m3 biogas setara nilainya dengan 460 gram bahan bakar elpiji, 620 mL minyak tanah, 520 mL minyak solar, 800 mL bensin, 3500 gram kayu bakar dan 1,50 m3 gas kota.

Oleh karena itu, biogas akan menjadi bahan bakar yang efektif, dapat diperbaharui, serta ramah lingkungan.

Sementara itu, sampah organik yang tidak diolah lebih lanjut lama-kelamaan akan bereaksi dengan oksigen dan membentuk gas metana.

Gas metana yang berada di udara bebas memiliki sifat sebagai polutan 20 kali lebih besar daripada karbondioksida, sehingga dengan pengolahan biogas, maka jumlah metana di udara juga dapat ditekan.

Cara pembuatan biogas

Untuk bisa membuat biogas, maka harus dikumpulkan sejumlah bahan-bahan organik padat maupun cair yang homogen.

Bahan organik tersebut bisa berasal dari mana saja, namun akan lebih baik jika berasal dari limbah peternakan (kotoran dan urin sapi, ayam atau babi), limbah sayur-sayuran yang ada di pasar (kembang kol, bawang merah, bawang putih, buncis, wortel, tomat, daun bawang, daun seledri dan komoditas sayuran lain yang sudah tidak bisa dijual di pasar dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan biogas), maupun kotoran manusia dan limbah domestik yang bersifat organik.

Dalam proses pembuatan biogas, perlu dibangun instalasi biogas yang terdiri dari digester yang berfungsi untuk menampung gas metana hasil pengolahan bahan bakar organik, penampung lumpur yang dapat dipisahkan menjadi pupuk organik padat dan cair, reaktor, kompor biogas, drum pengaduk bahan dan selang saluran gas.

Setelahnya bisa dimasukan sejumlah bahan baku pembuatan biogas ke dalam drum pengaduk. Setelahnya, ditambahkan air dengan perbandingan 1:1 terhadap jumlah bahan baku.

Lalu, ditambahkan sejumlah mikroorganisme anaerobik yang merupakan bakteri metan.

Suhu proses fermentasi diatur hingga mencapai suhu 30-50oC, yang mana merupakan suhu optimum dari proses dekomposisi oleh mikroorganisme bersangkutan.

Setelah itu, biogas yang terdiri dari metana, karbondioksida, nitrogen, karbon monoksida, oksigen, propena dan hidrogen sulfida akan tersimpan dalam digester. Biogas tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan rumah tangga maupun industri, sementara limbah proses biogas pada penampung lumpur dapat dimanfaatkan untuk pupuk organik pertanian.

Itu dia pengertian, manfaat dan cara pembuatan biogas secara mudah dan efektif. Seiring dengan perkembangan zaman, yang mana marak akan isu pemanasan global dan menipisnya sumber daya alam yang tidak dapat diperharui di Indonesia, biogas bisa menjadi salah satu solusi yang dapat diambil pemerintah untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.

Namun, bahan bakar biogas masih jarang digunakan karena relatif lebih mahal dibandingkan harga bahan bakar minyak (BBM), serta proses pembuatan biogas yang relatif cukup rumit dan memerlukan biaya yang lebih tinggi.

Baca Juga :

Namun sejak tahun 2000-an, telah dikembangkan reaktor biogas skala kecil yang dapat dibuat dengan mudah oleh masyarakat, sehingga diharapkan penggunaan biogas di Indonesia dapat lebih diperluas lagi.

Gambar Gravatar
Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *