Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pengertian, Fungsi, Peran dan Jenis-Jenis Birokrasi

Pengertian, Fungsi, Peran dan Jenis-Jenis Birokrasi – Birokrasi adalah sebuah sistem pemerintahan serta pelayanan public.

Pengertian, Fungsi, Peran dan Jenis-Jenis Birokrasi

Pengertian, Fungsi, Peran dan Jenis-Jenis Birokrasi

Berbeda dari sistem organisasi yang lain, sistem dalam birokrasi cenderung lebih kuat dan bersifat hirarki dan menganut aturan yang ketat oleh karena menyangkut pada kepentingan banyak orang.

Secara etimologi, birokrasi berakar dari kata biro yang artinya meja, dan kratein yang berarti pemerintahan. Jadi birokrasi adalah kekuasaan yang dijalankan dengan didasarkan atas prinsip-prinsip organisasi yang mengacu pada suatu peraturan perundang-undangan.

Baca Juga :

Menurut G. Roskin, birokrasi diartikan sebagai sebuah organisasi yang berskala besar dan terstruktur secara rasional dan berfungsi melaksanan kebijakan-kebijakan yang ditetapkan oleh para pengambil keputusan.

Didalam birokrasi inilah terdapat pelayanan publik kepada masyarakat luas dan diharapkan dapat berjalan secara efisien dan efektif.

Fungsi Birokrasi

Ada 4 fungsi birokrasi menurut Michael G. Roskin. Keempatnya adalah sebagai berikut.

1). Fungsi Administrasi

Birokrasi memiliki fungsi administrasi yang banyak seperti:

  • Planning, yakni untuk merencanakan kegiatan atau menetapkan suatu atau bermacam peraturan
  • Staffing, yaitu berfungsi merekrut, mengembangkan serta menempatkan pekerja pada posisi pemerintahan yang cocok atau sesuai untuknya
  • Coordinating, yakni mengatur segala aktivitas di dalam pemerintahan
  • Budgeting, yaitu mengelola anggaran negara
  • Organizing, yakni berkomunikasi dengan semua anggota organisasi yaitu pejabat pemerintah dalam menyusun rencana untuk mencapai tujuan yang diharapkan
  • Directing, yakni memberi bimbingan juga pengarahan pada elemen-elemen pemerintahan
  • Reporting, yaitu melaporkan hasil semua kegiatan selama menjalankan roda pemerintahan

2). Fungsi Pelayanan

Birokrasi adalah pelayan masyarakat yang bekerja untuk kepentingan umum, demi terciptanya masyarakat yang tertib, patuh dan taat terhadap aturan yang telah ditetapkan

3). Fungsi Pengaturan

Birokrasi berfungsi mengatur warga negara dan fokus pada kesejahteraan masyarakat umum, bukan demi kepentingan individu apalagi kelompok tertentu

4). Fungsi Pengumpul Informasi

Birokrasi di sini berfungsi sebagai pusat informasi yang memiliki tugas mengumpulkan dan mengelola data serta menyampaikan informasi kembali kepada masyarakat umum.

Contohnya, ketika birokrasi melakukan sensus data yang kemudian dikelola serta dikelompokkan.

Setelah semua data terkumpul, maka hasilnya kemudian diumumkan kepada masyarakat secara langsung sebagai acuan dalam melakukan suatu kegiatan atau menetapkan sebuah kebijakan

Namun secara umum fungsi birokrasi adalah:

  • Sebagai pelaksana pembangunan yang professional
  • Sebagai perencana, pelaksana serta pengawas kebijakan
  • Sebagai pelayan publik
  • Sebagai alat pemerintah untuk melayani kepentingan masyarakat yang netral (bukan merupakan bagian dari kekuatan politik)

Peran Birokrasi

Secara umum, beberapa peran birokrasi yang perlu untuk diketahui adalah sebagai berikut.

  • Birokrasi harus sejalan dengan tujuan pemerintahan
  • Birokrasi melaksanakan suatu program dan kegiatan demi tercapainya visi misi negara dan pemerintah
  • Birokrasi menjalankan manajemen pemerintahan, mulai dari perencanaan, pengawasan, koordinasi, evaluasi, represif, sinkronisasi, prefentif, resolusi, serta antisipatif
  • Birokrasi melayani masyarakat dan melaksanakan program pembangunan dengan netral serta professional
  • Birokrasi menjadi penghubung antara masyarakat dan negara

Namun, menurut Andrew Heywood, peran birokrasi adalah :

  • Artikulasi kepentingan
  • Pelaksana administrasi
  • Stabilitas politik
  • Nasehat kebijakan

Sedangkan menurut Michael G. Roskin, birokrasi memiliki peran dalam pemerintahan modern sebagai:

  • Peran administrasi, yakni mengatur pelayanan, kegiatan administrasi, perizinan serta pengumpul informasi
  • Peran pelayanan, yaitu melayani masyarakat atau kelompok-kelompok tertentu. Kalau di Indonesia contohnya adalah Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG)
  • Peran pengaturan, yakni dirancang untuk menyejahterakan masyarakat
  • Peran pengumpul informasi, yaitu sebagai ujung tombak dalam melaksanakan kebijakan suatu negara atau membuat sebuah kebijakan baru berdasarkan atas situasi faktual

Jenis-jenis Birokrasi

Ada empat ideal typhus Amerika Serikat yang dapat dimanfaatkan untuk mengetahui jenis-jenis birokrasi negara sehingga pemisahan jenis birokrasi dapat dilakukan. Keempat ideal typhus tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Departemen-departemen dalam Kabinet

Terdiri atas beberapa lembaga birokrasi yang masing-masing memiliki tugas berbeda. Misalnya ada departemen pendidikan, tenaga kerja dan pertahanan.

Tiap departemen melaksanakan kebijakan umum yang telah diatur serta ditetapkan oleh lembaga eksekutif dan yudikatif

  1. Agen-agen Federal

Agen-agen federal bisa diartikan sebagai perpanjangan tangan kanan lembaga kepresidenan. Agen ini dibentuk atas dasar murni pilihan presiden yang sedang berkuasa.

Oleh karena itu, agen-agen federal lebih bersifat politis dibanding administrative murni. Contoh di Indonesia adalah Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Kalau di Amerika sendiri, maka FBI dan NASA merupakan salah dua contoh dari agen-agen federal tersebut.

  1. Perusahaan-perusahaan Federal Milik Federal

Birokrasi yang satu ini menggabungkan dua posisi antara posisinya sebagai agen pemerintahan juga posisinya sebagai lembaga bisnis.

Contoh birokrasi jenis ini di Indonesia adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Perusahaan Listrik Negara (PLN), Garuda Indonesia Airways (GIA), Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) atau juga Bank Mandiri.

  1. Agen-agen Pengaturan Independen

Adapun jenis birokrasi yang satu ini didirikan atas dasar kebutuhan untuk menyelenggarakan sebuah regulasi ekonomi terhadap dunia bisnis yang pelaksanaannya berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.

Contoh di Indonesia adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), dan Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU).

Sedangkan menurut Siagiaan, birokrasi memiliki tiga tipe:

  1. Birokrasi Terbuka

Birokrasi terbuka adalah sistem pemerintahan yang terbuka untuk segala level masyarakat (umum).

Contohnya adalah pada negara demokrasi dimana masyarakat diberi hak untuk dapat terlibat langsung dalam proses pengelolaan negara.

Misalnya saja di Indonesia ketika warga negara memiliki kesempatan sama untuk menjadi bagian dari birokrasi lewat tes CPNS yang dibuka secara umum

  1. Birokrasi tertutup

Maksud daripada tipe birokrasi yang satu ini adalah tidak semua orang diperbolehkan menjalankan roda pemerintahan. Masyarakat tidak tahu menahu tentang pergantian jabatan serta perputaran tugas dalam pemerintahan.

Tipe ini bisa dijumpai dalam negara otoriter aau bersistem kerajaan dan biasanya sistem jabatannya didasarkan pada senioritas

  1. Birokrasi Campuran

Tipe birokrasi campuran ditunjukkan ketika negara hanya melakukan rekruitmen staf pemerintahan secara terbuka untuk posisi tertentu saja. Biasanya hal ini diperuntukkan bagi para tenaga ahli dalam mengisi jabatan yang lowong di pemerintahan.

Baca Juga : Makna Lambang Garuda Pancasila

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ilmu Pengetahuan Dasar © 2018