Pengertian dan Manfaat Budaya atau Kebudayaan

Pengertian dan Manfaat Budaya atau Kebudayaan – Budaya atau kebudayaan berakar dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk lazim dari buddhi (budi atau akal) dan memiliki makna sebagai segala hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.

Dalam bahasa latin “colere”, budaya artinya mengolah atau mengerjakan serta dapat juga diartikan sebagai mengolah tanah atau bertani. Sedangkan dalam istilah bahasa asing lain, budaya berasal dari kata culture yang bermakna sama dengan kebudayaan.

Baca Juga :

Secara umum, budaya atau kebudayaan diartikan sebagai sebuah gaya hidup yang berkembang dan diperoleh oleh sekelompok orang dan diwariskan secara turun temurun serta terbentuk dari berbagai unsur yang kompleks seperti sistem politik, bahasa, agama, adat-istiadat, pakaian, bangunan, perkakas, dan karya seni.

Namun, banyak ahli juga mendefinisikan budaya dan kebudayaan seperti berikut.

  • Menurut C. Kliucckhohn, budaya atau kebudayaan adalah sebuah sistem teknologi dan alat, sistem mata pencaharian hidup, sistem kesenian, pengetahuan, religi, bahasa, organisasi keagamaan dan sistem organisasi masyarakat.
  • Menurut Edward Burnett Tylor, budaya atau kebudayaan dapat didefinisikan sebagai sesuatu kompleks yang mengandung moral, kesenian, hukum, adat-istiadat, kepercayaan, pengetahuan serta kemampuan-kemampuan lain yang akan diterima oleh seseorang bila menjadi anggota masyarakat.
  • Menurut Prof. Dr. Koentjoroningrat (1985:80), budaya atau kebudayaan merupakan keseluruhan sistem tindakan, gagasan, serta hasil karya manusia dalam kehidupan bermasyarakat dan dijadikan sebagai milik diri manusia dengan proses belajar. Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa hampir seluruh tindakan manusia merupakan kebudayaan karena hanya sedikit tindakan manusia yang tidak butuh dibiasakan dengan proses belajar dalam kehidupan bermasyarakat. Tindakan-tindakan yang masuk ke dalam kelompok yang “sedikit” seperti dijelaskan di atas adalah tindakan naluri, refleks, akibat proses fisiologi ataupun perilaku ketika membabi buta. Namun bahkan tindakan yang dicerminkan dari kemampuan naluria yang dibawa oleh manusia seperti makan, minum dan berjalan-pun sebenarnaya ketika dirombak dapat menjadi sebuah tindakan yang berkebudayaan.
  • Menurut Andreas Eppink, budaya atau kebudayaan ialah sesuatu yang mengandung seluruh pengertian nilai social, norma social, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur religious, social serta mengandung pernyataan artistic dan intelektual yang menjadi ciri khusus sebuah masyarakat.
  • Dalam bukunya yang berjudul “Primitive Cultura”, E.B. Taylor menyatakan bahwa budaya atau kebudayaan merupakan satu kesatuan yang rumit yang mencakup hukum, kesenian, adat-istiadat, susila, pengetahuan serta kesanggupan-kesanggupan lain yang diperoleh dari seseorang sebagai anggota masyarakat.
  • Menurut Ki Hajar Dewantara, budaya atau kebudayaan merupakan buah budi manusia yang berasal dari hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh seperti zaman (kodrat dan masyarakat) serta alam yang merupakan suatu bukti kejayaan hidup manusia agar mampu mengatasi segala macam kesulitan dan rintangan yang ada dalam hidup maupun penghidupannya untuk mencapai sebuah keselamatan dan kebahagiaan yang bersifat tertib dan damai.

Mengingat identiknya budaya dan kebudayaan hingga definisi antara keduanya disamakan oleh beberapa ahli seperti dijelaskan di atas, dapat disimpulkan bahwa budaya dan kebudayaan sangat erat berhubungan dan berkaitan satu sama lain.

Bila budaya diartikan sebagai segala hal yang berhubungan dengan akal dan budi manusia serta memiliki hubungan dengan keadaan ekonomi, social dan geografi suatu masyarakat, maka kebudayaan merupakan segala sesuatu yang menyangkut tentang budaya-budaya bernilai luhur tinggi dalam masyarakat.

Atau dengan kata lain, kebudayaan merupakan hasil dari sikap dan tingkah laku luhur manusia sejak zaman dahulu yang sudah terakumulasi dalam pola hidup masyarakat dan berakar kuat sehingga menjadi ciri khas suatu bangsa.

Kebudayaan mencakup dua bagian yakni kebudayaan jasmaniah termasuk didalamnya rumah adat, baju adat, dan alat music tradisional serta kebudayaan non jasmaniah mencakup norma, nilai-nilai luhur, kesusilaan, norma dan pola pikir suatu bangsa. Bila dilestarikan maka kebudayaan akan menjadi nilai lebih dari satu bangsa.

Macam-macam Budaya atau Kebudayaan

Roy T. Cogdell dan K. S. Sitaram membagai budaya atau kebudayaan dunia dalam lima kategori, yakni:

  • Kebudayaan Afrika
  • Kebudayaan Islam
  • Kebudayaan Orang Kulit Hitam Amerika
  • Kebudayaan Barat (bangsa Kaukasia yang tinggal di Amerika dan Eropa)
  • Kebudataan Timur yang didominasi pengaruh Hindu dan Buddha

Ciri-ciri Budaya atau Kebudayaan

Ada delapan ciri-ciri budaya atau kebudayaan. Berikut setiap poinnya.

  • Bukan bawaan namun dipelajari
  • Bersifat dinamis yakni bisa terus berubah sepanjang waktu
  • Dapat disampaikan dari seseorang atau sebuah kelompok ke orang atau kelompok lain dan dari satu generasi ke generasi selanjutnya.
  • Bersifat selektif yang merepresentasikan seluruh pola perilaku yang berasal dari pengalaman manusia yang terbatas itu
  • Meletakkan dirinya melalui suatu symbol
  • Etnosentrik, yang artinya menganggap dirinya terbaik atau sebagai standar untuk menilai budaya lain.
  • Memiliki berbagai macam unsur-unsur yang seluruhnya saling terkait. Unsur-unsur tersebut mencakup suatu perilaku-perilaku tertentu, kebiasaan-kebiasaan, gaya berpakaian, kepercayaan, adat-istiadat dan tradisi.

Fungsi Budaya atau Kebudayaan

Fungsi budaya atau kebudayaan yang paling utama adalah agar dapat mempelajari warisan nenek moyang, apakah warisan itu baik untuk dipertahankan atau harus diperbaharui dan ditinggalkan ketika itu merusak.

Manfaat Budaya atau Kebudayaan

Budaya serta segala unsur di dalamnya tidak statis dan akan terikat waktu. Budaya akan tetap mengalami perubahan meski seberapa lamban pun perubahan tersebut.

Cepat lambatnya perubahan tersebut bergantung pada seberapa besar kekuatan budaya atau kebudayaan tersebut serta seberapa besar intensitasnya kala berinteraksi dengan budaya lain.

Suatu budaya atau kebudayaan akan lemah bila komunitasnya tidak memiliki percaya diri yang tinggi oleh karena pernah dijajah bangsa lain atau sering berinteraksi dengan kebudayaan lain yang lebih dominan, kuat dan maju.

Sementara itu, budaya atau kebudayaan juga bisa kuat jika memiliki intensitas komunikasi yang sedikit dengan budaya luar serta dan senantiasa lambat dengan perubahan yang terjadi.

Hal ini secara khusus ditunjukkan oleh budaya suku Amish dari Amerika, Suku Badui di Jawa Barat, Suku Aborigin dari Australia dan Suku Eskimo yang ada di Kutub Utara.

Namun beragamnya budaya atau kebudayaan di dunia ini ternyata memiliki manfaat. Beberapa manfaat keberagaman budaya atau adalah sebagai berikut.

  • Dapat menjadi alat pemersatu bangsa
  • Menjadi sebuah identitas khas dan khusus yang melekat pada suatu bangsa di mata dunia (Baca Juga : Pengertian Identitas Nasional)
  • Memperkuat sikap dan sifat nasionalisme masyarakat sebuah bangsa
  • Memperkaya kebudayaan suatu bangsa misalnya saja Indonesia yang memiliki keberagaman kebudayaan lokal sehingga membuat kebudayaan nasional pun semakin luas dan kaya
  • Menjadi daya tarik pariwisata oleh karena bangsa yang menghargai dan tetap memelihara budaya dan kebudayaannya akan terlihat menarik di mata masyarakat internasional
  • Mempromosikan nilai-nilai kemanusiaan yang agung.

Baca Juga : Pengertian Kritik Sosial

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..