Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pengertian, Rumus dan Contoh Gerak Lurus Beraturan (GLB)

Pengertian Gerak Lurus Beraturan : Rumus dan Contoh –  Anda pasti sudah tidak asing dengan istilah gerak?

Sehari-harinya, Anda selalu bergerak untuk melakukan berbagai aktivitas, mulai dari belajar, bekerja hingga hiburan.

Baca Juga : Pengertian Konduktor, Isolator, dan Semikonduktor

Namun, apakah Anda tahu apa artinya gerak? Bagaimana dengan gerak lurus beraturan?

Berikut adalah pengertian, rumus dan contoh Gerak Lurus Beraturan (GLB).

Pengertian Gerak Lurus Beraturan (GLB)

Gerak lurus beraturan atau sering disingkat sebagai GLB adalah gerak dari suatu benda yang lintasan geraknya berupa garis lurus dengan kelajuan yang konstan atau tetap.

Dengan kata lain, kecepatan dari benda tersebut adalah tetap, sementara percepatannya adalah nol.

Ketika benda tersebut dihitung waktunya dengan menggunakan pewaktu ketik, maka akan diperoleh bahwa pada selang waktu yang sama, benda tersebut akan menempuh jarak waktu yang sama pula.

Apabila dibuat grafik antara kecepatan dan waktu, maka akan diperoleh grafik berupa garis lurus.

Rumus Gerak Lurus Beraturan (GLB)

Rumus umum dari gerak lurus beraturan adalah sebagai berikut.

S = v. t atau S = So + V.t

  • S = jarak atau perpindahan (m)
  • So = kedudukan awal benda (m)
  • V = kecepatan (m/s)
  • t = waktu (s)

Apabila diketahui grafik dengan sumbu x merupakan waktu (s) dan sumbu y merupakan kecepatan (m/s), maka jarak yang ditempu dapat diperoleh dengan menghitung luas area dibawah garis lurus pada grafik tersebut.

Contoh Gerak Lurus Beraturan (GLB)

Untuk dapat lebih memahami mengenai gerak lurus beraturan, maka Anda dapat melihat contoh berikut.

Contoh 1 :

Rizky berlari dengan kelajuan 2 m/s. Berapa jarak yang ditempuh Rizky selama 3,5 menit?

Berdasarkan soal tersebut, diketahui bahwa gerak yang terjadi adalah gerak lurus beraturan karena tidak terjadi perubahan kecepatan berlari Rizky.

Dengan kata lain, Rizky hanya berlari dengan kecepatan yang tetap atau konstan. Kelajuan (v) adalah 2 m/s. Sementara waktu yang ditempuh Rizky (t) adalah 3,5 menit.

Satuan menit perlu diubah ke detik karena kelajuan berada dalam satuan m/s. Satu menit merupakan 60 detik, sehingga 3,5 menit adalah 210 detik (s). Jarak yang ditempuh oleh Rizky dapat diperoleh dari rumus berikut :

S = v.t

S = 2 m/s x 210 s

S = 420 m

Berarti, jarak yang ditempuh oleh Rizky dengan kelajuan 2 m/s dalam waktu 3,5 menit adalah 420 m.

Contoh 2 :

Seorang pelari berlari sejauh 1.200 m dalam kurun waktu 5 menit. Berapa kecepatan rata-rata pelari tersebut dalam satuan meter per detik?

Berdasarkan soal tersebut, diketahui bahwa pelari melakukan gerak lurus beraturan karena lintasan yang ditempuh berupa garis lurus dan kecepatan pelari tidak berubah-ubah.

Dalam soal tersebut, diketahui bahwa jarak yang ditempuh pelari adalah 1.200 m, sementara waktu yang ditempuh oleh pelari tersebut untuk berlari sejauh jarak tersebut adalah selama 5 menit.

Dalam hal ini, karena dalam soal ditanyakan kecepatan pelari dalam satuan meter per detik, maka satuan waktu harus diubah dari menit ke satuan detik.

Satu menit setara dengan 60 detik. Oleh karena itu, 5 menit berarti adalah 300 detik (s).

Jika digunakan rumus dari gerak lurus beraturan, maka dapat diperoleh kecepatan pelari tersebut.

S = v . t

v = S / t

v = 1.200 m / 300 s

v = 4 m/s

Berarti, kecepatan pelari tersebut apabila berlari sejauh 1.200 m dalam waktu 5 menit adalah sebesar 4 m/s.

Contoh 3 :

Sebuah mobil diparkir 10 meter dari sebuah pohon sakura. Apabila mobil tersebut bergerak secara konstan dengan kecepatan 2 m/s menuju pohon sakura. Berapa jarak mobil tersebut dari pohon sakura 2 menit kemudian?

Berdasarkan soal tersebut, diketahui bahwa gerak dari mobil merupakan gerak lurus beraturan karena kecepatan mobil yang konstan.

Satu menit adalah 60 detik, sehingga 2 menit setara dengan 120 detik. Selain itu, diketahui juga bahwa kecepatan mobil (v) adalah 2 m/s, sementara titik awal pergerakan (So) adalah 300 meter.

Apabila digunakan rumus gerak lurus beraturan, pertama-tama harus diketahui perpindahan mobil tersebut dari titik awal.

S = v.t

S = 2 m/s . 120 detik

S = 240 m

Karena ingin diketahui jarak mobil tersebut dari pohon sakura ketika di menit ke -2, maka dapat digunakan rumus sebagai berikut.

S2 = So – S

S2 = 300 m – 240 m

S2 = 60 m

Dari rumus tersebut, S2 merupakan jarak mobil tersebut dari pohon sakura pada menit ke-2, sementara So adalah jarak awal mobil tersebut dari pohon sakura dan S adalah jarak yang ditempuh mobil tersebut pada menit ke-2 terhadap titik awal.

Berarti, jarak mobil tersebut dari pohon sakura pada menit ke-2 adalah sejauh 60 meter.

Itu dia pengertian, rumus dan beberapa contoh soal gerak lurus beraturan. Mudah sekali, bukan?

Baca Juga : Fungsi Jangka Sorong

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ilmu Pengetahuan Dasar © 2018