Pengertian, Sejarah dan Fungsi Jangka Sorong

Diposting pada

Pengertian Jangka Sorong : Sejarah dan Fungsi Jangka Sorong – Anda pernah mendengar istilah jangka sorong? Atau pernahkah anda melihat bentuk jangka sorong sekalipun hanya sekali? Jika tidak, maka anda beruntung menemukan artikel kami ini.

Pengertian, Sejarah dan Fungsi Jangka Sorong
Pengertian, Sejarah dan Fungsi Jangka Sorong

Karena tema untuk artikel berikut adalah seputar tentang jangka sorong yang kami ulas secara detail, sistematis dan jelas dari sudut pandang pengertian, sejarah berserta fungsi fungsinya.

Baca Juga : Cara Kerja Elektroskop

Seorang yang berprofesi sebagai arsitek, mekanik apalagi tehnisi harus memiliki alat ukur yang lengkap.

Supaya dalam proses pengukuran yang dilakukan, hasilnya lebih maksimal. Jika pengukuran tepat dan pas, tentu alat mekanik atau mesin yang diperbaiki akan terhindar dari berbagai macam masalah.

Salah satu alat ukur yang wajib dimiliki oleh para mekanik, arsitek dan teknisi adalah jangka sorong.

Pertanyaannya adalah apakah jangka sorong tersebut? Nah, silahkan disimak penjelasan berikut ini secara seksama. Pasti pertanyaan tersebut akan terjawab dengan sendirinya.

PENGERTIAN JANGKA SORONG

Jangka sorong adalah alat ukur yang biasanya dimiliki oleh para tehnisi di bidang pengukuran seperti arsitek, insinyur, mekanis, ahli desain interior dan lain lain.

Selain itu, jangka sorong juga merupakan alat atau perangkat penunjang siswa atau mahasiswa yang berkuliah di fakultas arsitektur dan permesinan. Pada umumnya, alat ini difungsikan sebagai perangkat untuk mengukur benda serta diameter dari lubang sebuah pipa.

Jangka sorong memang layak dijadikan sebagai alat ukur yang paling rekomended.

Sebab, alat ini memiliki tingkat kecermatan hingga modus pengukuran 0.01 Milimeter. Sebuah nilai ukur terkecil yang sulit ditemukan pada alat alat ukur lainnya.

Bentuk jangka sorong sangat minimalis. Karena alat ini hanya memiliki dua fitur yang sama sama bisa digunakan dalam mengukur objek dengan penjelasan sebagai berikut :

Bagian alat yang pertama atau jangka sorong rahang luar memiliki fungsi khusus sebagai pengukur diameter lubang, baik diameter lubang besi maupun pengukur lubang pipa.

 Sedangkan bagian alat yang kedua atau rahang dalam mempunyai fungsi eksklusif hanya untuk mengukur diameter dari sebuah benda saja.

Selain memiliki dua fitur atau dua bagian, jangka sorong juga memiliki dua buah skala. Yang mana dua buah skala ini difungsikan sebagai pembaca data pengukuran.

Skala pertama, berfungsi untuk membaca data ukuran dengan satuan centimeter hingga milimeter untuk bagian bawah dan satuan Inch untuk bagian atas. Sedangkan skala kedua berfungsi kompensatoris atau tambahan yang disebut dengan istilah skala vernier/nonius.

SEJARAH JANGKA SORONG

Ditemukannya jangka sorong bermula dari peristiwa kecelakaan laut yang dikenal dengan nama “ The Greek Giglio Wreck “.

Ketika sedang dilakukan proses pencarian kapal yang tenggelam di lepas pantai Italia tersebut, ditemukanlah sebuah benda yang kelak menjadi populer dengan istilah jangka sorong.

Setelah benda tersebut di riset baru diketahui kalau benda tersebut memiliki fungsi sebagai alat hitung tradisional yang viral di Yunani dan Romawi Kuno di masa itu.

Pada abad 202 sebelum masehi, jangka sorong mulai dimanfaatkan oleh para arsitek arsitek China. Dan penggunaan alat ini bertahan hingga beberapa abad setelahnya yang menurut ahli sejarah digunakan hingga abad 220 masehi.

Pada masa itu, orang china tidak hanya menggunakan jangka sorong sebagai alat pengukur diameter benda saja. Tetapi juga difungsikan sebagai penunjuk arah.

Nah fungsi terakhir inilah yang juga ditiru oleh bangsa bangsa eropa selain juga menggunakan kompas.

Pada abad pertengahan pasca masehi, kira kira pada tahun 1600, seorang matematikawan berkebangsaan Perancis bernama Pierre Vernier berhasil menemukan jangka sorong yang dianggap lebih modern dibandingkan bentuk jangka sorong jaman dulu. Bahkan, ilmuan cerdas ini juga berhasil menemukan satu bentuk skala pengukuran yang disebut dengan skala vernier.

Jangka sorong modern ditemukan pada tahun 1851 oleh seorang ilmuan bernama Joseph R Brown. Yang mana pada jangka sorong ini, skala vernier telah menemukan puncak perkembangannya.

Kini, dengan terbitnya jangka sorong digital, alat ukur ini benar benar menjadi perangkat pengukuran canggih yang layak digunakan oleh para mekanik dan tehnisi.

FUNGSI JANGKA SORONG

Pada umumnya, fungsi jangka sorong, baik itu fungsi jangka sorong digital maupun tradisional adalah alat untuk mengukur diameter benda. Namun, lain daripada itu, jangka sorong ternyata juga memiliki fungsi lain yang lebih detail yaitu:

  1. Untuk mengukur sisi luar benda
  2. Untuk mengukur sisi dalam benda yang berupa diameter lingkaran atau lubang
  3. Untuk mengukur kedalaman baik kedalaman lubang maupun kedalam celah antar benda.

Itulah pengertian, sejarah dan fungsi jangka sorong yang harus anda ketahui. Sehingga selain anda tidak salah ketika menggunakannya dan menfungsikannya, anda juga memiliki tambahan ilmu tentang alat alat mekanik terutama yang berhubungan dengan medan pengukuran, permesinan dan lain lain.

Baca Juga : Pengertian Induktor

Gambar Gravatar
Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *