Pengertian, Jenis dan Faktor Kepadatan Penduduk

Pengertian Kepadatan Penduduk : Jenis dan Faktor Kepadatan Penduduk – Seiring dengan perkembangan zaman, jumlah manusia akan semakin meningkat, yang mana berarti akan semakin sedikit tempat di bumi yang dapat dihuni oleh manusia.

Pengertian, Jenis dan Faktor Kepadatan Penduduk

Pengertian, Jenis dan Faktor Kepadatan Penduduk

Hal ini dapat menyebabkan meningkatknya kepadatan penduduk yang akan berujung pada ledakan penduduk yang akan menimbulkan banyak dampak negatif bagi masyarakat.

Baca Juga : Pengertian Pidato

Berikut pengertian, jenis dan faktor kepadatan penduduk.

Pengertian kepadatan penduduk

Kepadatan penduduk adalah jumlah manusia yang menempati suatu ruang tertentu dibandingkan dengan luas wilayah tersebut atau secara matematis dinyatakan sebagai perbandingan antara jumlah penduduk dan luas wilayah total yang dihuni.

Jumlah penduduk bisa berarti seluruh penduduk di suatu negara atau bagian-bagian kecil dari penduduk.

Misalnya penduduk yang bertempat di sektor pedesaan atau sektor pertanian, sementara luas wilayah bisa berarti luas suatu negara, luas daerah pedesaan atau luas daerah pertanian tergantung pada seberapa luas lingkup kepadatan penduduk yang ingin Anda hitung.

Jenis kepadatan penduduk

Menurut kajian kependudukan 2015, terdapat empat jenis kepadatan penduduk di suatu wilayah yaitu kepadatan penduduk kasar (crude densitiy of population), yang mana sering dinyatakan juga sebagai kepadatan penduduk aritmatika.

Kepadatan penduduk kasar manyatakan banyaknya jumlah penduduk per kilometer persegi luas wilayah.

Jenis kepadatan penduduk berikutnya adalah kepadatan penduduk fisiologis (physiological density).

Kepadatan penduduk fisiologis menyatakan jumlah penduduk untuk tiap kilometer persegi wilayah yang bisa ditanami oleh tanaman atau sering juga disebut sebagai cultivable land.

Sementara itu, ada juga kepadatan penduduk agraris (agricultural density). Kepadatan penduduk agraris menunjukan jumlah penduduk dengan profesi petani untuk tiap kilometer persegi wilayah yang bisa ditanami oleh tanaman atau cultivable land.

Kepadatan penduduk ekonomi (economical density of population) merupakan perbandingan jumlah penduduk dengan luas lahan yang memiliki kapasitas produksi tertentu.

Faktor kepadatan penduduk

Beberapa faktor yang mempengaruhi kepadatan penduduk diantaranya adalah angka kelahiran.

Semakin tinggi angka kelahiran atau kesuburan penduduk, maka akan semakin tinggi juga jumlah pertambahan penduduk dan kepadatan penduduk.

Angka kelahiran ini dipengaruhi oleh kebudayaan masyarakat Indonesia, yang mana anak masih dianggap sebagai kekayaan orangtua dan berfungsi sebagai jaminan sosial dan ekonomi sekaligus mempertahankan kelangsungan hidup keluarga. (Baca : Pengertian Kritik Sosial)

Selain itu, pada negara berkembang seperti negara Indonesia, masih banyak dilakukan pernikahan di usia remaja terutama di desa-desa, sehingga angka kelahiran juga meningkat.

Hal ini juga dipengaruhi oleh pendidikan yang masih belum optimal, sehingga pola pikir masyarakat juga belum berkembang.

Terdapat juga faktor sosial yang berkaitan dengan pemikiran masyarakat Indonesia bahwa di umur tertentu seorang pria atau wanita harus sudah menikah dan dikaruniai anak jika tidak akan menimbulkan persepsi yang negatif dari masyarakat.

Indonesia merupakan wilayah tropis dengan iklim yang relatif nyaman karena hanya terdiri dari dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau.

Oleh karena itu, Indonesia menjadi tempat yang strategis untuk bertempat tinggal dibandingkan di negara lain.

Lebih jauh lagi, Jakarta sebagai pusat perkantoran memiliki kepadatan penduduk yang sangat tinggi karena dilengkapi oleh berbagai fasilitas umum serta lapangan pekerjaan, sehingga banyak juga masyarakat pedesaan yang melakukan migrasi ke Jakarta guna meningkatkan kondisi ekonomi.

Lebih lanjut lagi, faktor ekonomi juga berperan penting dalam timbulnya kepadatan penduduk karena jika lapangan kerja semakin luas, maka akan semakin banyak masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah tersebut.

Faktor keamanan. Bagi beberapa orang, keamanan menjadi hal yang penting untuk dipertimbangkan ketika memilih wilayah tinggal.

Apabila terjadi banyak kriminalitas atau bencana di wilayah tersebut, tentu saja orang-orang akan takut dan lebih memilih tinggal di wilayah lain yang memiliki penjagaan ketat dan tidak rawan bencana.

Terdapat juga faktor-faktor lain yang mempengaruhi kepadatan penduduk. Beberapa diantaranya adalah akses ke berbagai tempat, ada tidaknya sekolah berkualitas, ruang bermain anak, kemudahan memenuhi kebutuhan rumah tangga, serta hal-hal lain yang bersifat individual.

Itu dia pengertian, jenis dan faktor-faktor yang mempengaruhi kepadatan penduduk di suatu wilayah.

Apabila kepadatan penduduk di suatu wilayah terlalu tinggi, maka akan menyebabkan terjadinya kepadatan penduduk.

Ledakan penduduk bisa menyebabkan terbatasnya sumber kebutuhan pokok berupa pangan, sandang atau papan.

Selain itu, fasilitas umum baik berupa fasilitas transportasi maupun kesehatan akan tidak mencukupi penduduk yang bertempat tinggal di wilayah tersebut, sehingga dapat menyebabkan turunnya produktivitas masyarakat secara keseluruhan.

Tenaga kerja yang semakin banyak juga dapat meningkatkan jumlah pengangguran karena lapangan pekerjaan yang jumlahnya terbatas. Hal ini dapat berlanjut pada menurunnya kondisi ekonomi suatu negara.

Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya hal tersebut, maka pemerintah harus mengoptimalkan fasilitas di seluruh wilayah Indonesia, sehingga apabila jumlah penduduk di suatu tempat sudah terlalu padat, maka dapat dilakukan migrasi ke wilayah lain.

Baca Juga : Pengertian dan Contoh Negosiasi

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *