Pengertian OKI : Kepanjangan, Sejarah, Tujuan dan Badan OKI

Pengertian OKI : Kepanjangan, Sejarah Tujuan dan Badan OKI – Organisasi Kerjasama Islam (OKI) Adalah organisasi internasional yang menjadi wadah kerja sama antar negara-negara yang berpenduduk mayoritas dan atau cukup banyak Muslim.

Pengertian OKI : Kepanjangan, Sejarah Tujuan dan Badan OKI

Pengertian OKI : Kepanjangan, Sejarah Tujuan dan Badan OKI

Kerja sama yang dijalin mencakup banyak bidang, dari mulai sosial, ekonomi, budaya, politik, kemasyarakatan, agama, hingga ilmu pengetahuan.

Saat ini, OKI mempunyai 57 negara anggota dari 4 benua yang menjadikannya sebagai organisasi antar-pemerintahan terbesar kedua di dunia setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Tidak hanya negara bermayoritas Muslim, beberapa negara anggota juga ada yang bukan berpenduduk mayoritas Muslim.

Selain negara anggota, terdapat 5 anggota negara pengamat yaitu Thailand, Rusia, Siprus Turki, Afrika Tengah, serta Bosnia dan Herzegovia.

OKI yang berkantor pusat di Kota Jeddah, Arab Saudi ini juga memiliki delegasi permanen di PBB dan Uni Eropa. Artinya, OKI memiliki ‘suara’ yang sama dalam kehidupan bermasyarakat negara-negara dunia.

Baca Juga : Pengertian ILO

Sejarah Pendirian OKI

Pembentukan OKI diawali dengan KTT Islam yang dilangsungkan di Kota Rabat, Maroko pada 22-25 September 1969. Pertemuan yang diprakarsai oleh 5 negara yaitu Arab Saudi, Malaysia, Palestina, Maroko, Somalia, dan Nigeria tersebut diselenggarakan sebagai bentuk reaksi atas pembakaran Masjid Al-Aqsa, Yerussalem pada 21 Agustus 1969 oleh Zionis.

Selain mengutuk tindakan Israel yang menduduki Yerussalem, KTT Islam ini juga merencakanan Konferensi Islam Menteri Luar Negeri (ICFM) di Jeddah, Arab Saudi pada tahun 1970.

Dari konferensi di Jeddah itulah, dibentuk Organisasi Konferensi Islam dimana piagamnya sendiri baru diresmikan pada sidang ke-3 ICFM tahun 1972.

Piagam tersebut menetapkan tujuan dan prinsip organisasi serta hal-hal mendasar dalam memperkuat solidaritas negara anggota.

Nama Organisasi Konferensi Islam akhirnya diubah menjadi Organisasi Kerjasama Islam pada 28 Juni 2011 dalam pertemuan Dewan Menteri Luar Negeri (ICFM) ke-38 yang diselenggarakan di Kota Astana, Kazakhstan.

Pada kesempatan yang sama juga, Logo OKI juga diubah hingga seperti yang ada saat ini.

Tujuan OKI

Sebelum mengetahui tujuannya, ada baiknya kita ketahui dahulu motto dari OKI itu sendiri. Motto dari organisasi ini ialah “To safeguard the interests and ensure the progress and well-being of Muslims” yang jika diartikan ialah “Menjaga kepentingan serta memastikan kemajuan dan kesejahteraan umat Islam”

Motto itulah yang bisa dikatakan sebagai pandangan bersama yang hendak dicapai. Dari sana, dijabarkan tujuan umum yang berdasar pada Piagam OKI, yaitu :

  • Melestarikan nilai-nilai sosial dan ekonomi islam;
  • Mempromosikan Solidaritas antara negara-negara anggota;
  • Meningkatkan kerjasama di bidang sosial, ekonomi, budaya, ilmiah, dan politik;
  • Menjunjung perdamaian dan keamanan internasional;
  • Memajukan pendidikan, khususnya di bidang sains dan teknologi.

Selain kelima tujuan umum tersebut, OKI juga memiliki semangat untuk melindungi tempat-tempat suci Islam termasuk membantu perjuangan pembentukan negara Palestina ynag merdeka dan berdaulat.

Tak bisa dipungkiri, seperti yang sudah diungkap sebelumnya bahwa pendirian OKI sendiri memang bermula dari pengecaman akan tindakan brutal Zionis akan Masjid Suci Al-Aqsa sehingga semangat ini akan tetap diupayakan oleh semua anggota termasuk Indonesia.

Upaya dukungan Indonesia ini sudah lama dilakukan pemerintah Indonesia seperti dengan pengakuan terhadap keputusan Dewan Nasional Palestina untuk memproklamasikan Negara Palestina pada tanggal 15 November 1988.

Dukungan ini berlanjut dengan pembukaan hubungan diplomatik RI-Palestina dan tergabungnya Indonesia dalam Komite Al-Quds.

Badan Keorganisasian OKI

Sebagai sebuah organisasi multilateral, OKI tentu membagi bidang tugasnya dalam badan-badan khusus. Badan-badan utamanya ada empat macam yaitu :

  • Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Islam atau Islamic Summit

Ini merupakan pertemuan terbesar yang diselenggarakan rutin setiap 3 tahun sekali. KTT Islam juga menjadi otoritas tertinggi dalam OKI karena didalamnya dibahas isu-isu yang menjadi perhatian negara-negara anggota, serta menentukan keputusan, kebijakan, dan panduan tentang semua masalah dalam merealisasikan tujuan OKI.

  • Konferensi Menteri Luar Negeri

Pertemuan ini diselenggarakan rutin setahun sekali. Agendanya ialah untuk memeriksa laporan kemajuan pelaksanaan dan kebijakan yang sudah ditetapkan dalam KTT Islam

  • Sekretaris Jendral

Sekretaris Jendral merupakan badan eksekutif yang dipilih oleh Dewan Menteri Luar Negeri untuk masa jabatan lima tahun.

Sekjen yang berkedudukan di Kota Jeddah ini dipilih dari negara-negara anggota dengan prinsip rotasi dan kesempatan yang sama untuk semua negara anggota.

  • Mahkamah Islam Internasional

Merupakan badan pengadilan, Mahkamah Islam Internasional memiliki tugas menyelesaikan persengketaan antar anggota secara damai. Mahkamah ini berkedudukan di Kuwait.

Selain keempat badan utama diatas, OKI juga memiliki tiga komite khusus yaitu Komite Al-Quds Yerussalem yang bertujuan menadakan kajian dan resolusi terkait Yerussalem, Komite Tetap Keuangan yang bertugas mempersiapkan, melakukan, dan melaksanakan pengawasan anggaran sekretaris jendral, dan yang ketiga ialah komite yang membahas masalah ekonomi, sosial, dan budaya.

Baca Juga : Pengertian dan Kepanjangan UNESCO

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *