Pengertian OPEC Adalah : Anggota, dan Tujuan Pembentukan OPEC

Pengertian OPEC Adalah : Anggota, dan Tujuan Pembentukan OPEC – Minyak bumi adalah sumber daya alam yang sangat menjanjikan dan penting. Banyak negara-negara yang aman keuangan negaranya karena memiliki tambang minyak hingga mampu untuk mengekspornya.

Pengertian OPEC Adalah : Anggota, dan Tujuan Pembentukan OPEC

Pengertian OPEC Adalah : Anggota, dan Tujuan Pembentukan OPEC

Untuk menegosiasikan masalah-masalah produksi hingga harga, dibentuklah suatu organisasi yang menaungi negara-negara pengekspor minyak yaitu OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries).

Baca Juga : Kepanjangan UNESCO

Pengertian OPEC

OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) adalah organisasi bagi negara-negara pengekspor minyak.

Organisasi ini bertujuan untuk menegosiasikan masalah-masalah produksi, harga, dan konsensi minyak bumi dengan perusahaan-perusahaan minyak.

Organisasi ini didirikan saat Konferensi Baghdad pada tanggal 14 September 1960 dengan 5 negara anggota awal yaitu Iran, Irak, Kuwait, Arab Saudi, dan Venezuela.

Pembentukan OPEC ini terjadi saat transisi dalam lanskap ekonomi dan politik Internasional.

OPEC menyusun tujuannya dan mendirikan sekretariatnya yang pertama di Jenewa dan kemudian pada 1965 dipindahkan ke Wina, Austria.

OPEC terdiri dari 3 badan utama yaitu Konferensi, Dewan Gubernur, dan Sekreatiat.

Konferensi OPEC menjadi wadah untuk merumuskan kebijakan umum oraganisasi dan mencari upaya pengimplementasian kebijakan tersebut.

Konferensi utama berupa Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) dilakukan 2 kali dalam setahun yang dipimpin oleh Presiden dan Wakil Presiden OPEC yang dipilih oleh anggota pada saat pertemuan konferensi.

Dewan Gubernur, terdiri dari gubernur terpilih oleh masing-masing anggota untuk duduk dalam dewan sidang yang berlangsung setidaknya dua kali setahun.

Dewan Sidang ini memiliki tugas untuk melaksanakan keputusan konferensi, mempertimbangkan laporan sekretaris jenderal, memberi rekomendasi, mempertimbangkan semua laporan keuangan, menyetujui penunjukan direktur divisi dan kepala bagian, menyelenggarakan pertemuan luas biasa konferensi OPEC, dan membuat anggaran keuangan.

Dalam segi keuangan itu sendiri, anggaran OPEC dibiayai bersama oleh seluruh anggota setelah mempertimbangkan sumbangan kontribusi dari Associate Member.

Sedangkan Sekretariat bertugas sebagai pelaksana eksekutif organisasi sesuai dengan status dan pengarahan dari dewan gubernur.

Sekretaris Jenderal menjadi wakil resmi dari organisasi yang dipilih secara periodik 3 tahunan dan dapat diperpanjang satu kali periode yang sama.

Anggota OPEC

Didirikan oleh 5 negara, Iran, Irak, Kuwait, Arab Saudi, dan Venezuela, keanggotaan OPEC bertambah dengan masuknya Qatar (1961), Indonesia (1962), Libya (1962), Uni Emirat Arab (1967), Aljazair (1969), Nigeria (1971), Ekuador (1973), Gabon (1975), Angola (2007), Equatorial Guinea (2017), dan Congo (2018). Namun keanggotaan ini tidak selalu tetap karena beberapa faktor.

Ekuador menangguhkan keanggotannya pada 1992, tetapi bergabung kembali pada 2007. Lalu Gabon, resmi keluar sebagai anggota OPEC sejak tahun 1995 hingga bergabung lagi pada tahun 2016.

Indonesia juga memiliki cerita sendiri dalam keanggotannya. Indonesia dinonaktifkan  keanggotaanya pada 2009  karena sejak beberapa tahun sebelumnya Indonesia justru harus mengimpor minyak (net importer) dan tidak mampu memenuhi kuota produksi yang telah ditetapkan.

Sempat bergabung kembali menjadi anggota pada tahun 2014, namun ternyata harus lagi-lagi keluar pada 30 November 2016 akibat kebijakan OPEC untuk menurunkan produksi minyak Indonesia sebanyak 37.000 barel perhari agar menghentikan penurunan harga minyak.

Hingga saat ini, Indonesia hanya terdaftar sebagai anggota suspen (nonaktif).

Itu artinya, hingga saat ini (2018) ada 15 negara anggota resmi OPEC yang mungkin saja akan bertambah mengingat ada beberapa negara yang memiliki peluang bergabung.

Negara Brazil misalkan yang menyatakan ketertarikannya untuk bergabung setelah ditemukan cadangan minyak yang besar di Atlantik. Ada juga Suriah, Sudan, dan Bolivia yang sudah diundang oleh OPEC untuk bergabung.

Namun untuk menjadi anggota OPEC tentu perlu memenuhi syarat-syaratnya. Syarat utama tentunya adalah negara tersebut harus sebagai penghasil dan pengekspor minyak bumi.

Selain itu harus memahami tujuan OPEC dan memiliki kepentingan yang sama dengan anggota lainnya. Serta tentunya harus disetujui oleh mayoritas negara-negara anggota yang sudah ada.

Tujuan OPEC

Tujuan utama OPEC adalah mempertahankan harga minyak dari permainan perusahaan-perusahaan besar.

OPEC secara kolektif berusaha menentukan kebijakan harga dan juga jumlah produksi minyak bumi di pasar Internasional.

Namun selain tujuan tersebut, OPEC juga memiliki tujuan politik yaitu mengatur hubungan dengan pemerintah negara-negara konsumen dan dengan perusahaan-perusahaan minyak asing.

Di usianya yang mencapai lebih dari 50 tahun, OPEC memiliki visi untuk melestarikan dan meningkatkan peran minyak sebagai sumber energi utama dalam mencapai pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Untuk mencapai hal tersebut, OPEC juga telah menyusun langkah startegis, yaitu :

  • Koordinasi dan unifikasi kebijakan perminyakan antar negara anggota
  • Menetapkan strategi yang tepat untuk melindungi kepentingan negara anggota
  • Menerapkan cara-cara untuk menstabilkan harga minyak di pasar internasional sehingga tidak terjadi fluktuasi harga
  • Menjamin income yang tetap bagi negara-negara produsen minyak
  • Menjamin suplai minyak bagi konsumen
  • Menjamin kembalinya modal investor di bidang minyak secara adil

Baca Juga : Sejarah, Tujuan dan Badan OKI

Updated: —

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *