Pengertian, Ciri, Struktur dan Contoh Teks Cerita Fantasi

Pengertian Teks Cerita Fantasi : Ciri, Struktur dan Contoh – Proses berpikir manusia terkadang melampau batas akal sehat.

Uniknya, terkadang hasil berpikir tidak manusiawi tersebut diungkapkan dalam bentuk ujaran maupun aksara. Alhasil muncullah cerita cerita rekaan dan fiktif yang tertuang dalam tulisan yang disebut dengan cerita fantasi.

Baca Juga : Pengertian Diksi

Sebagian orang masih menyebut cerita fantasi adalah cerita nyata dalam arti pernah dialami oleh masyarakat di jaman jaman tertentu. Namun, ternyata juga ada orang yang menganggap teks narasi atau cerita fantasi adalah cerita bohong yang kebenarannya tidak bisa dibuktikan secara ilmiah.

Nah, dari perbedaan inilah, muncul diskursus baru yang sangat hangat antara cerita fiksi dan fiktif atau antara cerita fantasi dengan imajinasi.

Pada artikel kali ini, kami akan menjelaskan secara terperinci seputar teks cerita fantasi yang kami kupas dari segi pengertian, ciri ciri, struktur dan contoh contoh teks ceritanya.

Artikel ini bisa anda jadikan sebagai panduan untuk menjawab pertanyaan pertanyaan diskursus diatas.

PENGERTIAN TEKS CERITA FIKSI

Teks cerita fantasi adalah karya tulis bebas yang ditulis menggunakan tehnik non ilmiah yang berisi kontent kontent cerita yang berawal dari ide ide imajinatif atau khayalan.

Karya tulis ini berisi metafor merafor hiperbola baik dari segi penceritaan maupun konflik yang dibuat. Sedangkan nama tokoh, setting, karakter terkadang memang pernah terjadi dalam kehidupan nyata.

Teks cerita fantasi termasuk kategori karya tulis fiksi yang mencoba ditulis secara jelas dan runtut dengan tetap mengedepankan alur alur konvensional supaya pembaca mudah untuk memahami cerita.

Pada umumnya, konflik yang disuguhkan identik dengan sebab akibat dari suatu peristiwa yang dibahas secara detail dari mulai awal penulisan hingga akhir.

Sekalipun termasuk cerita khayalan, teks narasi fantasi juga menyembunyikan amanat atau pesan pesan cerita yang bisa ditangkap oleh pembaca.

Pesan pesan ini diharapkan menjadi poin penting dari dalam cerita, sekalipun keabsahan dari cerita secara utuh merupakan cerita rekaan atau fiksi.

CIRI CIRI TEKS CERITA FANTASI

Ciri ciri teks cerita fantasi merupakan pembeda cerita fantasi dengan cerita fakta, Juga menjadi pembeda dengan karya tulis ilmiah.

Ciri ciri ini bisa digunakan sebagai patokan awal ketika anda ingin membuat karya tulis fantasi sehingga tidak salah dan tercampur dengan karya tulis lainnya.

Ini dia, ciri ciri tersebut yang paling kental didalam cerita. Jika anda menemukan ciri ciri ini pada teks, maka sudah bisa dipastikan kalau teks tersebut merupakan karya rekaan yang penuh dengan imajinatif atau khayalan.

  1. Terdapat unsur unsur keajaiban dan super natural yang tidak masuk akal.
  2. Pengarang leluasa menuangkan ide khayalannya tanpa dibatasi oleh ruang, dimensi, bahkan etika
  3. Latar yang digunakan terkadang dibumbui dengan sikon yang imaginer dan metafisik
  4. Karakter tokoh kadang disematkan pada sikap dan prilaku yang non manusiawi bahkan ada karakter tokoh yang menggantikan dewa hingga tuhan.
  5. Cerita sulit ditemukan pada kehidupan yang nyata
  6. Bahasa yang digunakan aca kadul, terkadang resmi, non resmi, dialogis, komunikatif hingga bahasa sarkas dan diksi diksi majas.

STRUKTUR TEKS CERITA FANTASI

Untuk membangun narasi cerita fantasi dibutuhkan struktur pembangun teks. Struktur ini berfungsi untuk memudahkan pembaca menemukan korelasi konflik sehingga ending dari cerita bisa ditangkap pembaca dengan baik.

Struktur pembagun cerita fantasi dibagi menjadi 4, yaitu :

  1. Orientasi

Orientasi berisi pengenalan tema, tokoh, setting, sikon cerita yang biasanya dibuat di awal awal paragraf.

  1. Konflik

Konflik adalah masalah yang terjadi sejak pertama cerita dimulai. Konflik ini pula yang akan diakhiri dengan ending di akhir cerita.

  1. Resolusi

Resolusi adalah beberapa peristiwa penting yang menjadi penyelesai konflik inti. Biasanya content ini ditunjukkan ketika konflik sudah mau usai.

  1. Ending

Ending adalah akhir cerita yang ditunjukkan oleh selesainya konflik dengan tokoh utama sebagai pemenang atau sebagai korban seperti meninggal.

CONTOH CERITA FANTASI

Kembalinya Si Buta dari Gua Hantu

Pada suatu hari, di dalam sebuah hutan angker Pedang Kemulan, tersebutlah seorang pendekar sakti mandraguna bernama Mahendra raga. Pemuda rupawan ini menguasai berbagai ilmu silat dan tenaga dalam. Tetapi sayang kedua penglihatannya buta akibat serangan pasukan baratayuda pada perang linggarwangi yang menewaskan kedua orang tuanya.

Mahendra  Raga tinggal di dalam sebuah gua hantu. Disana ia berlatih olah kanuragan dan bertapa memohon petunjuk dari sang hyang jagat. Akhirnya tampillah pemudah sederhana ini dengan julukan si buta dari gua hantu.

Pada suatu malam, dipinggiran hutan pedang kemulan, terjadilah perampokan sadis yang dilakukan oleh gerombolan mahesa puri yang berjuluk gembong penyamun dari negeri tua. Perampok ini sangat sadis, bahkan sebagian besar korbannya harus meregang nyawa di tangan mereka.

Para perampok ini tertawa terbahak bahak menikmati hasil rampokan mereka di pinggir sebuah sungai. Mereka tidak sadar, kalau pendekar kita sudah ada disamping mereka. Akhirnya terjadilah perkelahian dahsyat dan si buta dari gua hantu berhasil menjadi pemenang.

Baca Juga : Pengertian Cerita Rakyat

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *