4 Cara Budidaya Tanaman Hias Anggrek

Diposting pada

Cara Budidaya Tanaman Hias Anggrek – Tanaman anggrek adalah salah satu tanaman yang banyak di manfaatkan sebagai hiasan di pekarangan rumah. Karena keindahan yang dimiliki olehnya, tak sedikit orang yang sengaja menanamnya untuk dijual ataupun untuk koleksi pribadi.

4 Cara Budidaya Tanaman Hias Anggrek
4 Cara Budidaya Tanaman Hias Anggrek

Di Indonesia sendiri, terdapat banyak sekali spesies tanaman anggrek. Beberapa di antaranya termasuk kedalam kategori tanaman anggrek langka yang dilindungi oleh hukum.

Umumnya tanaman anggrek ini terbagi menjadi 2 golongan, yaitu anggrek tanah atau anggrek terrestris dan anggrek Ephiphyt adalah jenis tanaman bunga anggrek yang hidup dengan cara menumpang pada tanaman lain.

Proses pembudidayaan anggrek sebetulnya terbilang tidak terlalu sulit. akan tetapi, hendaknya para pembudidaya mengetahui anggrek jenis apa yang akan ia tanam. Sebab, hal itu akan berpengeruh pada pertumbuhan dan perkembangan bunga anggrek.

Selain itu  tanaman anggrek juga memiliki banyak varietas yang memiliki sifat tumbuh berbeda-beda pula, contohnya Anggrek tanah lebih tahan panas dari pada Anggrek pot. Walaupun tanaman anggrek terbilang tahan panas, tetapi tanaman Anggrek tetap akan mengalami dehidrasi apabila temperatur terlalu tinggi yang akhirnya dapat menghambat pertumbuhan tanaman itu sendiri.

Berikut ini adalah cara budidaya anggrek yang terbagi menjadi beberapa proses antara lain Pembibitan, Persiapan Media tanam atau lahan serta proses pemeliharaannya

1. Proses Pembibitan Tanaman Anggrek

Hal yang pertama harus dilakukan untuk membudidayakan tanaman anggrek adalah perisapan bibit atau proses pembibitan. Para pembudidaya dapat memperbanyak tanaman Anggrek dengan cara vegetatif maupun generatif.

Baca Juga : Jenis Penyerbukan Bunga Anggrek

Memperbanyak tanaman anggrek secara vegetatif contohnya seperti melalui pemecahan atau pemisahan rumpun seperti Dendrobium sp dan Oncidium sp.

Sedangkan untuk perbanyakan generatif yaitu pengembangbiakkan menggunakan biji. Hal ini terbilang cukup sulit untuk dilakukan karena membutuhkan jamur yang bersimbiosis dengan biji tersebut.

2. Proses Persiapan Lahan dan Media Tanam

Para pembudidaya dapat menanam tanaman Anggrek di sekitar rumah atau tempat tinggalnya.

Akan tetapi yang perlu diingat adalah para pembudidaya harus memberikannya (tanaman anggrek) tempat yang teduh atau tidak terkena sinar matahari secara langsung.

Para pembidudaya tanaman anggrek sangat disarankan untuk menanamnya di dalam Green House (rumah hijau) karena tanaman Anggrek dapat berbunga lebih indah pada tempat semacam itu, sehingga semakin mahal juga harga jualnya.

Untuk tempat penanamanya atau media tanamnya sendiri, harus memiliki aerasi yang baik serta steril dari segala penyakit serta hama, dan tentunya memiliki tingkat keasaman tanah (pH) yang stabil.

Keasaman tanah ini sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman anggrek. Tingkat keasaman tanah untuk menanam Anggrek adalah sekitar 5-6 pH, jika terlalu asam lakukan pengapuran untuk menaikkan pH tanah, dan para pembudidaya dapat menggunakan dolomite untuk metode pengapuran ini.

Setelah itu, para pembudidaya juga diharapkan tidak lupa dengan mengatur sistem drainase air sehingga tanaman Anggrek tidak kebanjiran ataupun mengalami kekeringan.

Sedangkan untuk Media tumbuh yang paling sering digunakan di Indonesia adalah serutan kayu, potongan kayu, serabut kelapa, moss, arang, pakis, dan kulit pinus.

Media tanam lain yang dapat digunakan adalah menanam bibit Anggrek dalam plastik hingga berusia 3 bulan. Setelah usianya tanaman sudah mencapai pada batas yang sudah ditentukan, barulah tanaman anggrek dapat pindahkan ke dalam pot berukuran kecil dengan diameter beskisar 6-12 sentimeter.

Untuk menyuplai bahan makanan untuk tanaman aggrek, baiknya berikan pupuk organik secara berkala agar pertumbuhan lancar, jika sudah lebih dari 3 bulan, pindahkan ke pot yang lebih besar dengan media tanam yang sudah disiapkan.

3. Menjaga Suhu yang Tepat

Tanaman Anggrek membutuhkan lingkungan dengan temperatur suhu yang sesuai serta nyaman untuknya. Suhu yang paling sesuai dengan tanaman hias Anggrek adalah sekitar 15-28 derajat celcius, tergantung dari varietasnya.

Atau pilihan terbaik adalah pembudidaya dapat menggunakan Green House yang dilengkapi Air Conditioner untuk menjaga kestabilan suhu di sekitar tanaman Anggrek. Sebab, dengan suhu yang stabil bunga yang dihasilkan akan menjadi lebih indah daripada suhu yang tidak stabil.

4. Proses Pemeliharaan Anggrek

Untuk proses pemeliharaannya sendiri perlu dilakukan pengecekan secara berkala untuk mengetahui kondisi tanaman Anggrek, serta lakukan penyiraman rutin.

Selain itu, para pembudidaya juga harus menjaga tanaman tersebut dari serangan-serangan hama atau penyakit tanaman anggrek seperti tungau, belalang, dan kutu daun.

Untuk menghindarinya bisa dilakukan dengan cara sanitasi lahan secara rutin dan memotong kemudian membuang bagian tanaman yang sekiranya tidak sehat atau terkena penyakit. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mencegah penyebaran penyakit kepada tanaman yang lain.

Jika serangan hama dan penyakit tidak terlalu parah, sebisa mungkin hindari penggunaan dari bahan-bahan kimia. Karena penggunaan bahan-bahan kima secara berlebihan dapat merusak kondisi tanah yang menjadi media tanam Anggrek.

Selain itu lakukan juga penyiangan, penjarangan, dan penyulaman tanaman. Berikutnya, lakukan juga pemupukan dengan unsur C, H, O, N, S, P, K, Ca, dan Mg Perbandingan dalam pemupukan NPK adalah 3 : 3 : 3 agar tanaman dapat lebih cepat tumbuh dan berkembang. Jika tanaman anggrek sudah mencapai kondisi berbunga, berikan pupuk tersebut dalam perbandingan 1 : 6 : 1.

Baca Juga : Jenis Tanaman Hias Gantung Daun

Gambar Gravatar
Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *