Pengertian dan Contoh Aktiva

Pengertian dan Contoh Aktiva – Dalam menjalankan sebuah perusahaan hal yang paling penting untuk diperhatikan yaitu harta yang dimiliki oleh perusahaan itu sendiri.

Pengertian dan Contoh Aktiva

Pengertian dan Contoh Aktiva

Kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan adalah patokan sebuah perusahaan dapat dikatakan mampu atau tidaknya menjalankan perusahaan dilihat dari aktivanya atau yang disebut juga sebagai aset perusahaan. Aktiva atau aset erat kaitannya dengan kewajiban (hutan) dan ekuitas.

Pengertian Aktiva

Aktiva adalah kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan kekayaan ini adalah sumber daya ekonomi yang dimiliki perusahaan yang meliputi biaya-biaya yang terjadi akibat adanya transaksi sebelumnya dan juga yang memiliki manfaat di masa yang akan datang.

Sumber daya ekonomi tersebut dapat berupa benda atau hak yang dikuasai dan yang sebelumnya diperoleh oleh perusahaan melalui transaksi atau kegiatan yang terjadi di masa lalu.

Baca Juga :

Menurut Baridwan, aktiva atau harta adalah benda baik yang memiliki wujud maupun yang semu dan bersumber daya yang dimiliki oleh perusahaan yang diharapkan diperoleh manfaat ekonomisnya.

Menurut Soemarso, aktiva adalah bentuk kekayaan yang dimiliki perusahaan dan merupakan sumber daya bagi perusahaan untuk melaukan usaha.

Sumber pembelanjaan menunjukan siapa yang membelanjakan kekayaan, maka aktiva harus selalu sama dengan sumber pembelanjannya.

Aktiva harus diukur melalui mata uang negaranya amsing-masing atau juga disesuaikan dengan kondisi setiap perusahaan. Aktiva merupakan salah satu unsur yang penting yang ada di perusahaan.

Aktiva disebut juga sebagai manfaat ekonomi di masa depan, hal ini dikarenakan aktiva merupakan sumber daya perusahaan yang nantinya akan digunakan untuk menjalankan kegiatan-kegiatannya seerti kegiatan bisnis, investasi dan juga kegiatan operasional perusahaan.

Aktiva disebut juga sebagai akibat dari transaksi atau kejadian yang dilakukan di masa lalu hal ini dikarenakan aktiva diperoleh oleh perusahaan dengan cara melakukan transaksi-transaki yang terjadi sebelumnya seperti transaksi pinjam meminjam dengan Bank, adanya transaksi pembelian terhadap perusahaan lain, adanya utang piutang, adanya jual beli saham atau penambahan jumlah saham, adanya investasi dari luar dan transaksi lainnya yang menyebabkan adanya pergerakan uang di perusahaan.

Aktiva dikelompokan menjadi beberapa jenis yaitu:

  • Aktiva Lancar (Current Assets)

Aktiva lancar adalah aktiva yang dapat dicairkan kurang dari atau maksimal dalam 1 tahun atau dalam 1 siklus akuntansi. Perbandingan antara aktiva lancar dan kewajiban aset lancar disebut rasio lancar. Nilai ini sering dipakai sebagai tolak ukur likuiditas suatu perusahaan yaitu kemampuan perusahaan untuk dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya.

  • Aktiva Tidak Lancar

Aktiva ini merupakan aktiva dengan siklus dan masa manfaat yang cukup lama daripada aktiva lancar.

  • Investasi Jangka Panjang (Long Term Investment)

Merupakan penanaman modal di dalam perusahaan lain untuk jangka waktu yang panjang. Aktiva ini tidak bisa dirasakan manfaatnya dalam 1 atau 2 tahun, butuh waktu yang sedikit lama untuk merasakan hasil dari investasi.

  • Aktiva Tetap (Fixed Assets)

Aktiva tetap adalah kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan yang pemakaiannya lebih dari satu tahun yang digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan.

Aktiva tetap memiliki wujud secara fisik dan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan perusahaan.

  • Aktiva Tak Berwujud

Merupakan aktiva yang tidak nampak namun memiliki nilai manfaat bagi perusahaan.

Baca Juga :

Contoh Aktiva

Dari setiap jenis-jenis aktiva terdapat beberapa contoh aktiva yang ada di perusahaan seperti:

1). Contoh-contoh aktiva lancar

  • Kas (Cash), yaitu aktiva wajib yang dimiliki perusahaan yang disimpan di perusahaan ataupun di Bank dan dapat diambil setiap saat.
  • Wesel Tagih (Notes Receivable), surat perintah penagihan pada pihak lain untuk dapat membayar kewajibannya terhadap perusahaan.
  • Piutang Dagang (Account Receivable), tagihan dari perusahaan kepada pihak lain yang belum membayar dari adanya transaksi jual beli.
  • Beban di Bayar Dimuka (Prepaid Expense), pembayaran beban yang dibayar diawal.
  • Surat Berharga, pemilikan saham atau juga obligasi perusahaan lain yang sifatnya sementara.
  • Penghasilan yang Masih Akan Diterima (Accrual Receiveable) yaitu penghasilan yang sudah menjadi hak perusahaan karena perusahaan telah memberikan jasa-jasanya kepada pihak lain tetapi pembayarannya belum diterima sehingga akan menjadi sebuah tagihan.
  • Persediaan Barang (Inventories) yaitu barang dagangan yang dibeli untuk dijual kembali.

2). Contoh-contoh aktiva tetap

  • Tanah (Land)
  • Gedung / Bangunan (Buliding)
  • Peralatan, Meubel, Mesin dan Barang Tidak Bergerak (Equipment, Furniture & Fixtures)
  • Kendaraan

3). Contoh aktiva tak berwujud

  • Hak Kekayaan Intelektual (HKI) seperti hak paten, hak cipta, dan merk dagang.
  • Hak sewa yang disesuaikan dengan kesepakatan para pihak
  • Franchise adalah hak istimewa yang diterima oleh pihak lain untuk dapat melakukan bisnis yang sama atas nama perusahaan.

Sebagai pelaku usaha terlebih yang menjalankan usahanya yang berbentuk badan hukum, pemahaman menganai aktiva sangat diperlukan. Karena aktiva yang lancar dan benar akan mempengaruhi jalannya perusahaan.

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *