Pengertian dan Contoh Rantai Makanan

Pengertian dan Contoh Rantai Makanan – Ketika Anda berada di bangku SD atau SMP, Anda pasti sering mendengar istilah rantai makanan.

Pengertian dan Contoh Rantai Makanan

Pengertian dan Contoh Rantai Makanan

Dalam kehidupan sehari-hari dengan mahkluk hidup yang lain, rantai makanan adalah hal yang penting untuk diketahui dan dapat membantu Anda untuk mengambil keputusan dalam menghadapi masalah sehari-hari yang Anda alami.

Lalu, apa pengertian dan contoh dari rantai makanan? Berikut penjelasannya.

Pengertian rantai makanan

Menurut F Briand dan JE Cohen dalam bukunya yang berjudul, “Enviromental correlates of food chain length”, rantai makanan adalah perpindahan energi makanan dari tumbuhan ke beragam organisme lain melalui jenjang makanan tertentu.

Baca Juga :

Pada setiap perpindahan energi yang terjadi, maka akan ada 80-90% energi potensial kimia yang hilang dalam bentuk panas. Oleh karena itu, rantai makanan ini biasanya hanya terjadi sekitar 4-5 tahap.

Apabila rantai makanan semakin pendek atau semakin sedikit tahapnya, maka energi yang tersedia juga akan semakin banyak.

Apabila didefinisikan secara sederhana, rantai makanan adalah rangkaian proses makan dan dimakan antar mahkluk hidup satu dan mahkluk hidup lain berdasarkan pada tahapan tertentu, yang mana terdiri dari produsen, konsumen, dan dekomposer.

Sementara itu, rantai makanan sering juga diasosiasikan dengan jaring-jaring makanan. Namun, terdapat dua perbedaan dari istilah ini.

Pada rantai makanan, tiap organisme hanya memakan satu jenis organisme, sehingga terbentuk rantai yang linier.

Sebaliknya, jaring-jaring makanan merupakan rangkaian rantai makanan yang saling terhubung membentuk jaring-jaring makanan, sehingga bentuknya tidak linier, yang mana satu organisme bisa memakan beberapa jenis organisme lain.

Secara umum, terdapat dua jenis rantai makanan, yaitu rantai makanan perumput dan rantai makanan sisa.

Rantai makanan perumput diawali dengan tumbuhan sebagai produsen awalnya. Sementara itu, rantai makanan sisa atau detritus diawali dengan detritivor.

Detritivor merupakan partikel-partikel organik hasil pernguraian berbagai organisme mati dan sisa organisme seperti kotoran hewan, ranting, dan dedaunan yang diuraikan oleh dekomposer (organisme pengurai).

Rantai makanan terdiri dari produsen, konsumen, dan dekomposer.

  1. Produsen, merupakan makhluk hidup yang bisa membuat makanannya sendiri tanpa memakan mahkluk hidup lain. Dalam hal ini, produsen memiliki kemampuan untuk mengubah zat anorganik menjadi zat organik. Contoh dari produsen adalah tumbuhan hijau, lumut, dan alga yang menggunakan kemampuannya untuk melakukan proses fotosintesis dalam membuat makanannya sendiri.
  2. Konsumen, merupakan makhluk hidup yang membutuhkan organisme lain untuk memperoleh energi karena konsumen tidak memiliki kemampuan untuk memproduksi makanannya sendiri. Dalam rantai makanan, konsumen terdiri dari konsumen primer (biasanya herbivora), konsumen sekunder (karnivora), konsumen tersier (karnivora), dan konsumen puncak (karnivora yang tidak dimangsa hewan lain)
  3. Dekomposer atau pengurai, merupakan organisme yang mampu mengubah zat organik menjadi zat anorganik. Sebagai anggota dari rantai makanan, dekomposer akan mengurai bangkai hewan yang telah mati dan mengirim hasil nutrisinya kembali ke dalam tanah. Nutrisi ini akan digunakan oleh tumbuhan untuk melakukan proses fotosintesis. Beberapa contoh pengurai adalah jamur dan bakteri.

Contoh rantai makanan

Berikut merupakan contoh dari rantai makanan perumput, yang mana diawali oleh rumput sebagai produsen, belalang sebagai konsumen primer, kadal sebagai konsumen sekunder, dan burung elang sebagai konsumen tersier.

  1. Tumbuhan (Produsen) akan menyerap dan menggunakan energi dari sinar matahari untuk memproduksi makanan dalam wujud gula, lalu disimpan dalam setiap bagian tumbuhan, mulai dari biji, buah, batang, dan organ lainnya.
  2. Belalang (Konsumen Primer/Konsumen Tingkat 1) merupakan hewan herbivora atau hewan yang memakan tumbuhan untuk memperoleh energi. Energi yang diperoleh dapat digunakan untuk memproduksi energi dalam melakukan segala bentuk aktivitas. Selain belalang, contoh lain dari organisme tingkat 1 adalah tikus, ulat, sapi, kerbau, kelinci, domba, dan hewan herbivora lainnya.
  3. Kadal (Konsumen Sekunder/ Konsumen Tingkat 2) biasanya merupakan hewan karnivora, yang berarti merupakan hewan pemakan daging yang memperoleh energinya dengan memakan konsumen primer, yaitu belalalang. Oleh karena itu, konsumen sekunder membutuhkan konsumen primer untuk tetap bertahan hidup. Contoh lain konsumen sekunder adalah ular.
  4. Burung Elang (Konsumen Tersier/Konsumen Tingkat 3) yang memperoleh energi dengan memakan konsumen tersier. Dalam hal ini elang akan memakan kadal untuk memperoleh energi dan melaksanakan segala aktivitasnya. Contoh konsumen tersier lain adalah buaya, singa, harimau, dan karnivora lainnya yang tidak bisa dimakan oleh karnivora lain.
  5. Dalam beberapa rantai makanan, dekomposer akan terlibat sebagai mikroorganisme yang mampu mengurai tubuh konsumen tersier yang telah membusuk. Contohnya adalah bakteri yang akan mengurai daging elang dan nutrisi yang dihasilkan akan diserap oleh tanah dan berfungsi untuk memberikan energi bagi tumbuhan.

Itu dia pengertian dan contoh rantai makanan. Sekarang, Anda sudah bisa membedakan rantai makanan dan jaring-jaring makanan, bukan?

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..