Pengertian dan Langkah-Langkah Metode Ilmiah

Pengertian Metode Ilmiah : Langkah-Langkah Metode Ilmiah – Dalam menulis suatu jurnal atau penelitian, Anda perlu memahami mengenai metode ilmiah.

Dengan menerapkan metode ilmiah, maka Anda bisa menyusun penelitian maupun jurnal yang kredibel dan bisa dipercaya.

Metode adalah jalan atau cara untuk mencapai suatu sasaran. Sementara, metode ilmiah adalah suatu alat atau cara dalam membedakan antara kebenaran dan khayalan.

Ada juga yang menyatakan bahwa metode ilmiah adalah prosedur untuk memperoleh ilmu pengetahuan, berupa gabungan antara penalaran yang bersifat deduktif dan induktif.

Menurut Ritchie Calder, kegiatan ilmiah dimulai ketika manusia mulai mengamati sesuatu karena adanya masalah atau kesukaran yang menimbulkan pertanyaan dan perlu untuk dipecahkan.

Dalam menyelesaikan masalah tersebut, maka manusia akan berusaha menggunakan nalar berdasarkan fakta-fakta yang tersedia.

Langkah-langkah dalam melakukan metode ilmiah adalah sebagai berikut.

  • Identifikasi Masalah

Masalah merupakan suatu keadaan yang membutuhkan solusi. Masalah ini timbul karena adanya penyimpangan dari keadaan yang standar.

Selain itu, masalah juga bisa timbul karena adanya kesenjangan antara apa yang seharusnya terjadi dan apa yang benar-benar terjadi.

Dalam melakukan identifikasi masalah, Anda harus membuat rumusan masalah berupa kalimat pertanyaan yang bersifat jelas dan terarah, serta menunjukan apa yang ingin dipecahkan dan tujuan dari penelitian tersebut.

Selain itu, rumusan masalah harus merupakan implikasi dari hipotesis dan judul dari penelitian.

Masalah tersebut bisa berupa masalah yang terjadi di suatu perusahaan, masalah yang ada di organisasi, masalah berkaitan dengan konsep atau teori atau sejumlah pertanyaan dasar yang memerlukan jawaban empiris.

Masalah tersebut bisa baru saja terjadi maupun sudah lama terjadi, namun ingin digali lebih lanjut lagi jawabannya.

  • Membuat Hipotesis

Hipotesis adalah jawaban sementara atau dugaan terhadap pertanyaan yang diajukan, yang mana merupakan kesimpulan dari kerangka berpikir yang telah dikembangkan sebelumnya.

Pengujian hipotesis dilakukan dengan mengumpulkan sejumlah fakta yang relevan terhadap hipotesis yang telah diajukan untuk memastikan bahwa hipotesis tersebut didukung oleh fakta-fakta yang ada.

Terdapat empat jenis hipotesis, yaitu hipotesis nirarah (Non-directional hypothesis), hipotesis terarah (Directional hypothesis), hipotesis nul (Null hypothesis) dan pertanyaan riset (Research question).

Hipotesis bisa diperoleh dari pengalaman pribadi, buku-buku teks, buku-buku yang ada di perpustakaan, maupun makalah atau jurnal.

  • Landasan Deduktif dan Penentuan Prosedur

Dari hipotesis yang dibuat, maka bisa diperoleh landasan deduktif dari penelitian yang Anda lakukan dan dibuat prosedur yang ingin digunakan.

Prosedur yang dipilih harus bisa mencapai tujuan dari penelitian, serta efektif dan efesien.

Prosedur bisa Anda peroleh melalui jurnal atau penelitian yang sebelumnya telah ada, serta melakukan modifikasi dari prosedur yang telah ada tersebut.

Selain itu, harus disusun pula kerangka berpikir berupa argumentasi untuk menjelaskan hubungan antara berbagai faktor empiris yang relevan dan premis-premis ilmiah yang telah teruji kebenarannya.

  • Pengumpulan Data atau Sampling

Secara umum, penentuan sampel dapat dilakukan melalui probability sampling atau non-probability sampling.

Probability sampling dibagi menjadi simple random sampling, systematic random sampling, stratified random sampling, cluster random sampling atau multistage random sampling.

Sementara non-probability sampling dibagi lagi menjadi quota sampling, purposive sampling, judgement sampling atau snow ball sampling.

Sementara itu, pengumpulan data sampel dapat dilakukan dengan menggunakan kuesioner, wawancara maupun observasi.

Kuesioner dapat dilakukan dengan membuat sejumlah pertanyaan, baik pilihan maupun isian, lalu dibagikan kepada responden yang sesuai.

Seiring perkembangan zaman, metode ini semakin mudah dilakukan karena kuesioner dapat dibagikan secara online, sehingga mampu menjangkau responden dari berbagai belahan dunia.

Kekurangannya adalah sulitnya melakukan penggalian jawaban karena kuesioner tidak bersifat dua arah.

Sebaliknya, wawancara bisa digunakan untuk menggali jawaban responden secara lebih jauh, serta pertanyaan bisa disesuaikan apabila jawaban yang diinginkan belum terpenuhi.

Kekurangannya, Anda harus berhadapan secara langsung dengan responden yang tepat, sehingga relatif akan memakan waktu lama.

Sementara observasi dapat dilakukan tanpa perlu mempersiapkan sejumlah pertanyaan maupun berhadapan langsung dengan responden, sehingga relatif lebih mudah.

Namun, data yang diperoleh mungkin tidak bisa lengkap karena ada beberapa hal yang tidak bisa diperoleh datanya hanya dengan melakukan pengamatan.

Biasanya, pengumpulan data yang ideal diperoleh dari campuran ketiga metode tersebut agar bisa diperoleh data yang lengkap dan kredibel.

  • Analisis Data

Analisis data perlu dilakukan untuk menjawab tujuan dan pengujian hipotesis yang telah dibuat sebelumnya.

Baca Juga :

Analisis data dapat dilakukan dengan metode statistik, yang mana pertama-tama perlu dibuat rumusan hipotesis statistik (Ho vs Ha), rumusan uji, serta kriteria penarikan kesimpulan yang ingin digunakan.

  • Penarikan Kesimpulan

Penarikan kesimpulan merupakan penilaian terhadap hipotesis yang diajukan untuk menyatakan apakah hipotesis tersebut ditolak atau diterima.

Ketika hipotesis diterima, maka hipotesis tersebut akan dianggap sebagai bagian dari pengetahuan ilmiah karena telah memenuhi persyaratan keilmuan yang berlaku.

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *