Pengertian Zakat Fitrah Adalah : Hukum, Rukun Dan Syarat

Diposting pada

Pengertian Zakat Fitrah Adalah : Hukum, Rukun Dan Syarat Zakat Fitrah – Secara etimologis, zakat berarti membersihkan atau menyucikan diri.

Pengertian Zakat Fitrah Adalah : Hukum, Rukun Dan Syarat
Pengertian Zakat Fitrah Adalah : Hukum, Rukun Dan Syarat

Sementara dalam kehidupan sehari-hari, zakat berarti sejumlah harta tertentu yang wajib diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan sesuai dengan syariat islam.

Lalu, apa itu zakat fitrah, bagaimana hukum, rukun, serta syarat dari zakat fitrah?

Pengertian Zakat Fitrah

Zakat Fitrah merupakan salah satu jenis zakat yang wajib diberikan oleh umat Islam, baik itu laku-laki maupun perempuan, dalam jumlah kecil maupun besar, berapapun umurnya, di awal bulan Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri tiba.

Tujuan dari zakat fitrah adalah untuk membersihkan atau menyucikan jiwa dari dosa yang dimiliki seseorang, sekaligus memberi makan kepada orang-orang yang membutuhkan.

Baca Juga :

Bentuk zakat fitrah adalah makanan pokok sebanyak 2,5 kg atau 3,2 liter. Sementara itu, zakat fitrah juga bisa diganti dalam bentuk uang yang jumlahnya sepadan dengan 2,5 kg makanan pokok.

Selanjutnya, zakat fitrah ini bisa diserahkan kepada orang-orang yang membutuhkan melalui masjid atau lembaga amil zakat terdekat yang telah Anda percaya.

Zakat fitrah dianjurkan untuk dilaksanakan sebelum sholat Idul Fitri dan sebelum hari raya. Beberapa waktu yang tepat untuk mengeluarkan zakat fitrah adalah sebagai berikut :

  • Waktu wajib : selepas matarahi terbenam pada akhir bulan Ramadhan
  • Waktu mubah (waktu yang diperbolehkan untuk memberikan zakat fitrah) : mulai awal bulan Ramadhan hingga bulan Ramadhan berakhir
  • Waktu afdhal : setelah sholat subuh dilaksanakan pada hari terakhir Ramadhan hingga sebelum sholat Idul Fitri dilakukan
  • Waktu makruh : setelah melaksanakan sholat Idul Fitri, namun sebelum matahari terbenam pada hari raya Idul Fitri.
  • Waku haram : setelah matahari terbenam ketika hari raya Idul Fitri

Hukum Zakat Fitrah

Lalu, bagaimana hukum dalam memberikan zakat fitrah? Zakat fitrah ini hukumnya wajib untuk diberikan oleh semua umat muslim, baik laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda. Dengan kata lain, hukum zakat fitrah adalah wajib ain.

Dalil dari zakat fitrah berasal dari Allah SWT, Ibnu Abbas radhiallau anhu, dan Ibnu Umar radhiallahu anhuma. Berikut ungkapannya :

  • Firman dari Allah SWT (QS : Al-Baraqah 2 : 43)

“Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat . Dan kebaikan apa saja kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.”

  • Ibnu Abbas radhiallau anhu

“Rasullah Shallallahu ‘alaihi wa  sallam mewajibkan zakat fitrah sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari perbuatan yang sia-sia dan kata-kata kotor serta sebagai pemberian makanan untuk orang-orang miskin”. 

  • Ibnu Umar rahiallahu anhuma

“Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menfardukan zakat fitrah satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas budak sahaya orang merdeka laki-laki wanita kecil dan besar dari kaum muslimin. Dan nabi memerintahkan untuk ditunaikan sebelum keluar orang-orang menuju shalat.”

Rukun Zakat Fitrah

Beberapa rukun dasar dari zakat fitrah adalah sebagai berikut :

  • Memiliki niat menunaikan zakat fitrah secara ikhlas demi Allah SWT
  • Besar zakat fitrah yang diberikan sesuai dengan aturan dalam agama Islam
  • Terdapat musakki atau pemberi zakat fitrah
  • Terdapat mustahik atau penerima zakat fitrah
  • Terdapat makanan pokok yang akan diberikan sebagai zakat.

Syarat Zakat Fitrah

Lalu, apa syarat dilakukannya zakat fitrah dan siapa saja yang wajib memberikan zakat fitrah?

  • Merupakan umat Islam. Apabila tidak beragama Islam, maka zakat fitrah tidak diwajibkan.
  • Seseorang yang masih hidup hingga matahari terbenam pada akhir bulan Ramadhan.
  • Bayi yang dilahirkan sebelum matahari terbenam pada akhir bulan Ramadhan
  • Dalam kondisi merdeka
  • Pemberian zakat fitrah dilakukan setelah matahari terbenam ketika bulan Ramadhan hingga bulan Ramadhan berakhir
  • Pemberi zakat fitrah memiliki harta berlebih, yang mana lebih dari yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan hidup dirinya dan keluarganya. Sementara itu, umat Islam yang berkekurangan tidak diwajibkan untuk memberi zakat fitrah.

Sementara itu, beberapa orang yang tidak diwajibkan menjalankan zakat fitrah adalah sebagai berikut:

  • Umat Islam yang wafat sebelum matahari terbenam pada akhir bulan Ramadhan
  • Seorang anak yang lahir setelah matahari terbenam pada akhir bulan Ramadhan
  • Tanggungan istri yang dinikahi setelah matahari terbenam pada akhir bulan Ramadhan
  • Seseorang yang baru saja memeluk agama Islam setelah matahari terbenam pada akhir bulan Ramadhan

Itu dia pengertian, hukum, rukun, dan syarat dari zakat fitrah. Bagaimana, apakah Anda sudah memberikan zakat fitrah sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku.

Pastikan Anda sudah memahami dasar-dasar zakat fitrah. Jangan sampai Anda melangggar hukum dan waktu pemberian zakat fitrah, ya!

Gambar Gravatar
Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *