Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Cara Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula

Cara Budidaya Jamur Tiram – Jamur tiram merupakan bjenis jamur favorit masyarakat Indonesia. Mengapa disebut dengan jamu tiram?

Sudah dapat dipastikan bahwa bentuk jamur tiram menyerupai kulit tiram dengan warnanya yang putih dan berbentuk setengah lingkaran.

Jamur tiram atau Pleurotus ostreatus pada umumnya tumbuh pada batang kayu yang telah lapuk dan tergolong pada kelompok Basidiomycota.

Jamur tiram dapat hidup pada daerah tropis. Oleh karenanya, budidaya jamur tiram sangat mudah dijumpai di Indonesia.

Baca Juga :

Bahkan, bagi para pemula yang ingin melakukan budidaya jamur tiram, budidaya jamur tersebut dapat dilakukan secara mudah dengan mengikuti beberapa aturan berikut ini.

Persiapkan Alat dan Bahan

Sebelum melakukan budidaya jamur tiram, persiapkan beberapa keperluan seperti kompor minyak tanah, drum berukuran diameter 80 cm dengan tinggi 96 cm, rak dengan luas 3 m2, pengukur pH, termometer, sprayer dengan menggunakan pipa paralon berukuran 2 inchi sejumlah 300 buah, cincin, lampu spritus bervolume 30 liter, baskom berbahan plastik, sekpo, serbu kayu albasia sebaanyak 10.5 kg, dedak halus sebanyak 21 kg, tepung jagung sebanyak 0.6 kg, TSP murni seberat 1 kg, kapur sejumlah tiga pak, bibit jamur F3 sebanyak tiga buah, alkahol kadar 95% sebanyak 1 liter, kantung plastik transparan berukuran 20 cm x 35 cm x 0.5 cm sejumlah 300 buah, kertas roti berukuran 10 x 10 cm sebanyak 300 buah, karet gelang tahan panas sejumlah 600 buah, dan air yang berasal dari sumur sejumlah 30 liter.

Syarat Tumbuh Budidaya Jamur

Setelah menyiapkan segala peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan budidaya jamur tiram, perhatikan hal-hal yang dapat memicu pertumbuhan jamur tiram, seperti:

  • Temperatur

Agar jamur dapat tumbuh dan berkembang secara baik, perhatikan suhu ruangan yang harus dijaga. Adapun suhu ruangan yang harus dijaga berkisar 23°C hingga 28°C. Jagalah suhu tersebut agar tetap stabil supaya jamur tiram dapat tumbuh secara optimal.

  • Kelembaban

Kelembaban ruangan menjadi faktor pemicu tumbuhnya oyster miselium pada jamur karena kadar air yang berlebih dapat menimbulkan kerusakan pada jamur. Adapun kelembaban yang sangat mendukung pertumbuhan jamur berkisar 70% hingga 85%.

  • Intensitas Cahaya

Jamur dapat berkembang dengan baik apabila intensitas cahaya pada ruangan terbatas atau berada dalam kondisi yang redup secara merata ke seluruh ruangan budidaya.

  • Udara

Pastikanlah ruangan budidaya jamur memiliki sirkulasi udara yang terjaga sehingga jamur tumbuh dengan ukuran yang normal.

  • Kadar pH (power Hydrogen)

Kadar asam pada area budidaya jamur dapat mengganggu bahkan merusak pertumbuhan jamur karena dapat memicu budidaya jamur terserang bakteri. Oleh karenanya, jagalah pH area budidaya jamur yang hanya berkisar 5 hingga 6.5.

Menyiapkan Media Tanam dan Penanaman Bibit Budidaya Jamur Tiram

Setelah perlengkapan dan ruang budidaya jamur sudah dipersiapkan, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah membuat media tanam kemudian menyemai bibit jamur pada media yang telah dipersiapkan tersebut.

Untuk memudahkan budidaya pemula, bibt jamur tiram dapat diperoleh dengan cara membelinya berupa baglog. Baglog tersebutlah yang akan berkembang menjadi daging buah.

Jamur dibudidayakan pada sebuah kumbung atau rumah jamur yaitu berupa bangunan berisi rak-rak yang dibuat bertingkat dan berfungsi sebagai tempat penyimpanan baglog. Pada umumnya, kumbung terbuat dari kayu dan beratapkan  genteng atau sirap. Lantai tidak boleh diplester agar air meresap secara sempurna.

Rak-rak yang tersedia pada kumbung dibuat dengan 2 hingga 3 tingkat setinggi 40 cm dengan lebar 40 cm serta dibuat sepanjaang 1 meter. Setiap ruas rak dapat memuat 70 hingga 80 baglog.

Sebelum memasukkan rak ke dalam kumbung, lakukanlah persiapan berikut agar kumbung selalu berada dalam kondisi yang steril dan terjaga.

  • Pastikan kumbung dan rak berada dalam keadaan bersih dan bebas kotoran.
  • Sebelum menggunakan rak dan kumbung, lakukan terlebih dahulu penyemprotan fungisida dan diamkan selama dua hari.
  • Setelah bau fungisida di ruangan budidaya atau kumbung hilang, masukkan baglog yang akan dibudidayakan.

Hal-hal yang Harus Dipersiapkan dalam Menyiapkan Baglog

Baglog adalah tempat yang digunakan untuk melakukan penanaman jamur yang terbuat dari serbuk gergaji. Baglog dibuat dengan cara membungkusnya dengan plastik hingga berbentuk silinder, lalu diberi lubang pada ujung baglog tersebut yang berguna sebagai tempat munculnya jamur tiram. Untuk memperkecil resiko, belilah baglog pada pihak yang menyediakannya.

Perawatan dan Pemeliharaan Budidaya Jamur

Setelah semua persiapan dilakukan, susunlah baglog secara vertikal maupun horizontal. Setelah itu, lakukan perawatan dengan cara membuka cincin dan kertas yang menutupi baglog sebelum baglog tersebut disusun pada rak.

Diamkan selama lima hari dan jagalah kelembaban tanah dengan melakukan penyiraman secara terkendali.

Setelah itu, lakukan pemotongan pada ujung baglog agar ruang pertumbuhan jamur tiram semakin luas. Biarkan terlebih dahulu selama tiga hari tanpa melakukan penyiraman.

Penyiraman jamur dilakukan dengan cara menciptakan kabut yang didapat melalui penyemprotan menggunakan sprayer. Lakukan penyiraman sebanyak 2 hingga 3 kali untuk menjaga suhu agar tetap berada pada 16°C hingga 24°C.

Panen Jamur Tiram

Panen budidaya tanaman jamur dapat dilakukan  apabila pertumbuhan miselium sudah menutupi baglog secara sempurna dalam jangka waktu satu hingga dua minggu setelah pembukaan tutup baglog.

Pada baglog yang memiliki bobot seberat 1 kg dapat dilakukan pemanenan sebanyak lima hingga delapan kali dimana jamur tiram akan diperoleh sebanyak 0.7 hingga 0.8 kg. Setelah melakukan pemanenan, baglog dapat dijadikan sebagai pupuk kompos.

Baca Juga :

Pastikan tidak melewatkan masa panen ini walaupun hanya sekitar setengah hari dikarenakan keterlambatan pemetikan dapat mempengaruhi kualitas jamur tiram.

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ilmu Pengetahuan Dasar © 2018