Pengertian dan Proses Terjadinya Gerhana Matahari

Pengertian dan Proses Terjadinya Gerhana Matahari – Bumi merupakan salah satu planet dalam susunan tata surya yang sampai saat ini didiami oleh manusia.

Sebagai satu-satunya planet yang sejauh ini diketahui memiliki kehidupan, Bumi memiliki banyak fenomena alam yang unik dan menakjubkan.

Pengertian dan Proses Terjadinya Gerhana Matahari

Pengertian dan Proses Terjadinya Gerhana Matahari

Beberapa diantaranya yang pastinya Anda kenal yaitu aurora, pelangi, gerhana bulan dan gerhana matahari. Sebagai salah satu planet yang tetap mengelilingi matahari sebagai pusat tata surya, Bumi mengalami fenomena gerhana matahari.

Baca Juga :

Gerhana matahari ini terjadi ketika kedudukan matahari, bulan, dan bumi berada pada sebuah garis lurus dan pada saat itu posisi Bulan tepat berada ditengah-tengah antara Bumi dan Matahari.

Oleh karena kedudukannya di tengah-tengah, maka Bulan menghalangi sinar Matahari yang sampai ke Bumi. Lebih lanjut, permukaan Bulan yang terkena sinar matahari dan tidak menghadap ke Bumi baik sebagian atau seluruhnya akan membuatnya tidak nampak dari Bumi sehingga dikenal sebagai bulan mati.

Proses Terjadinya Gerhana Matahari

Sebagaimana diketahui, meski ukuran Bulan jauh lebih kecil dibandingkan Matahari, namun karena jaraknya yang hanya 384.400 kilometer lebih dekat ke Bumi dibandingkan Bumi ke Matahari yang berjarak sejauh 149.680.000 kilometer, bayangan Bulan mampu melindungi cahaya Matahari seluruhnya.

Terhalangnya sinar Matahari yang menuju Bumi ini membuat terbentuknya umbra dan atau penumbra sehingga ketika jatuh ke permukaan Bumi, kawasan yang tertutup bayangan Bulan menjadi gelap.

Bagian Bumi yang tertutup oleh bayangan Bulan ini baik sebagian atau tepat seluruhnya yang membuat gerhana matahari terbagi dalam empat jenis.

Proses penutupan wilayah Bumi oleh Bulan atau peristiwa gerhana matahari ini dijelaskan dalam langkah-langkah lengkap seperti berikut.

  1. Pada saat Matahari, Bulan dan Bumi berada pada satu garis lurus, cahaya Matahari yang menuju ke Bumi akan terhalang oleh bayangan Bulan. Anda akan melihatnya seperti sebuah bayangan hitam di langit yang perlahan-lahan menuju Matahari. Bayangan hitam tersebut adalah bayangan Bulan yang akan menutupi Matahari
  2. Bayangan hitam tersebut yang awalnya berukuran kecil akan semakin besar dan menutupi Matahari sepenuhnya.
  3. Cahaya Matahari yang semula terang pun menjadi gelap karena terhalang oleh Bulan. Pada fase ini seluruh permukaan Bumi yang dilintasi oleh Bulan akan menjadi gelap gulita seperti malam hari. Namun, jangka waktu terjadinya gelap hanyalah beberapa menit saja
  4. Meski bagian tengah Matahari tertutup penuh oleh Bulan, namun pinggiran Matahari (korona) masih bisa terlihat seperti menjulur-julur keluar. Pada tahap inilah, sinar Matahari yang menuju Bumi menjadi sangat berbahaya. Oleh karena itu, siapapun yang ingin menyaksikan gerhana matahari secara langsung harus mengenakan pengaman khusus
  5. Setelah beberapa menit, bayangan Bulan yang berwarna hitam itu pun perlahan tapi pasti meninggalkan Matahari hingga Matahari tampak seperti menyabit kembali
  6. Melewati proses menyabit untuk kedua kalinya, bayangan Bulan yang berwarna hitam itu pun akhirnya semakin menghilang hingga Matahari dapat bersinar kembali seperti semula tanpa terhalang oleh apapun

Berdasarkan atas peristiwa penutupan sinar Matahari oleh bayangan Bulan, maka gerhana matahari terbagi menjadi empat jenis. Apa sajakah itu? Lebih lengkapnya dijelaskan di bawah ini.

  1. Gerhana Matahari Total

Gerhana matahari total dialami oleh permukaan Bumi (kawasan Bumi) yang masuk ke dalam umbra (bayangan gelap) Bulan sepenuhnya. Dengan kata lain, seluruh bayangan Bulan menutup total seluruh Matahari kecuali bagian korona-nya yang menjulur-julur keluar. Gerhana ini hanya berlangsung singkat, dan lebih singkat daripada total waktu terjadinya gerhana bulan total sehingga tidak dapat diamati di seluruh wilayah Bumi.

  1. Gerhana Matahari Parsial (Sebagian)

Gerhana matahari parsial (sebagian) terjadi ketika bayangan Bulan hanya menutupi sebagian cahaya matahari. Oleh karena itu piringan matahari tidak sepenuhnya tertutup oleh piringan bulan. Akibatnya matahari pun terlihat seperti berbentuk sabit (setengah lingkaran).

Hal ini disebabkan oleh karena Bumi masuk ke dalam bayangan penumbra atau bayangan luar bulan, atau tidak sampai ke bayangan inti Bulan atau umbra-nya.

Perbedaan gerhana matahari parsial dengan gerhana matahari total adalah saat fenomena ini terjadi, langit Bumi tidak akan gelap sepenuhnya seperti ketika gerhana Matahari total terjadi.

Gerhana ini hanya akan terlihat di Rusia, Greenland, Kanada, Svalbard, Norwegia, Mongolia, Jan Mayen, dan Tiongkok. Namun, wilayah terbaik untuk mengamati gerhana matahari parsial adalah adalah Rusia bagian utara.

  1. Gerhana Matahari Cincin

Gerhana matahari cincin terjadi saat Bumi dan Bulan berada pada titik terjauhnya atau jarak terjauh (aphelium). Gerhana ini terbentuk karena titik umbra Bulan tidak sepenuhnya mencapai permukaan Bumi, sehingga membuat Bumi berada pada penumbra Bulan.

Akibatnya di wilayah Bumi yang terkena, gerhana matahari cincin akan terlihat bercahaya seperti cincin namun di bagian tengahnya tampak kabur.

  1. Gerhana Matahari Hibrid

Gerhana matahari hibrid atau juga dikenal sebagai hibrida merupakan proses gerhana matahari yang terdiri atas proses gerhana matahari total dan gerhana matahari cincin.

Kedua jenis gerhana matahari tersebut terjadi secara berurutan dalam satu waktu. Jadi intinya gerhana matahari hibrid ini merupakan gabungan antara gerhana matahari total dan gerhana matahari cincin dalam satu waktu.

Proses terjadinya gerhana matahari hibrid hampir sama dengan gerhana matahari lainnya. Proses ini dimulai dari posisi matahari, bulan dan bumi yang terdapat pada sebuah garis lurus.

Jarak bulan dan bumi dalam hal ini bervariasi pada setiap titik wilayah bumi. Variasi jarak ini tentu saja dipengaruhi oleh bentuk bumi dan bulan, yakni bumi bulat dan orbit bulan elips (lingkaran tidak sempurna).

Setelah itu, gerhana diawali dengan gerhana matahari cincin, kemudian gerhana matahari total, barulah gerhana matahari cincin lagi.

Ada juga gerhana matahari hibrid yang dimulai dari gerhana matahari cincin dan diakhiri dengan gerhana matahari total. Pada saat gerhana ini, posisi bulan terus bergerak sehingga tidak bisa menutupi sinar matahari secara sempurna dalam jangka waktu yang lama.

Secara umum, dampak gerhana matahari sebagai fenomena alam langka nan unik terhadap Bumi ada bermacam-macam yakni sebagai berikut.

  1. Ketika terjadi gerhana, binatang akan merasa gelisah, kebingungan dan bersuara keras
  2. Memberi pengaruh pada gravitasi bumi, sehingga terjadilah pergeseran. Posisi bumi pun mendekati posisi matahari
  3. Gerhana matahari total dapat menutup proses pemanasan serta ionisasi yang terjadi di lapisan ionosfer sehingga arus ionosfer pun akan terganggu. Dengan kata lain, gerhana matahari total dapat menyebabkan gangguan medan magnet bumi.
  4. Mengganggu jaringan komunikasi seperti jaringan internet dan gelombang radio

Baca Juga : Pengertian Badai Matahari

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..