Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pengertian, Jenis,  Contoh dan Hikmah Amanah

Pengertian, Jenis,  Contoh dan Hikmah Amanah – Amanah memiliki makna yaitu terpercaya. Amanah bisa berarti sebuah pesan dan titipan yang harus disampaikan kepada orang yang berhak mendapatkannya. Ibaratnya, penyampai amanah seperti kurir atau tukang pos.

Pengertian, Jenis,  Contoh dan Hikmah Amanah

Pengertian, Jenis,  Contoh dan Hikmah Amanah

Bagaimana kurir mengantar pesanan paket atau pak Pos mengantar surat ke rumah yang dituju tanpa cacat dan seperti semula adalah contoh dari tindakan amanah. Hukum amanah adalah wajib untuk dilaksanakan oleh setiap orang di dunia ini.

Baca Juga :

Amanah sangat berhubungan erat dengan tanggung jawab. Oleh karena itu, orang yang mampu menjaga amanah acapkali disebut sebagai orang yang penuh dengan tanggung jawab.

Begitupula sebaliknya, orang yang tidak mampu menjaga amanah dikenal sebagai orang yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, sikap menjaga amanah dengan teguh dan sepenuh hati sangatlah penting dalam kehidupan ini.

Sekali tidak amanah, maka orang lain akan selamanya tidak percaya lagi kepada kita.

Jenis-jenis Amanah

Amanah dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  1. Amanah kepada Allah SWT

Amanah kepada Allah SWT berupa sebuah ketaatan dan kepatuhan mutlak  terhadap apapun perintah Allah serta menjauhi segala larangan dari-Nya. Perilaku ini jelas mencerminkan tentang pemenuhan tujuan mengapa kita diciptakan.

Seperti diketahui, tujuan penciptaan umat manusia oleh Allah adalah hanya untuk mengabdi kepadaNya dalam bentuk beribadah tulus ikhlas hanya kepadaNya.

Jadi, bila seseorang mengabdi beribadah kepadaNya dengan tulus ikhlas maka sesungguhnya orang itu sudah memenuhi amanahnya kepada Allah SWT.

Sebaliknya, bila tidak mengabdi dan beribadah kepada Allah, maka orang itu telah dicap sebagai orang yang mengingkari amanah Allah.

Perbuatan seperti ini tentu saja sangat berbahaya menilik hubungan dan adab kita sebagai makhluk atau hamba kepada Allah sebagai Sang Pencipta. Terkait amanah kepada Allah ini, diterangkan dalam Al-Qur’an surah Al-Anfaal (8 : 27), Allah berfirman :

Artinya: “Wahai orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah S.W.T dan RasulNya (Muhammad), dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.”

Dalam ayat tersebut jelas tertera larangan untuk mengkhianati Allah dan Rasul-Nya serta amanah-amanah yang sudah dipercayakan kepada manusia.

Perilaku mengkhianati Allah dan Rasul-Nya seperti yang diterangkan dalam ayat tersebut merupakan contoh bentuk tidak amanah kepada Allah.

  1. Amanah kepada Sesama Manusia

Jenis amanah yang satu ini meliputi hak-hak sesama manusia yang wajib untuk dijalankan. Contohnya ketika dititipkan sebuah pesan atau barang atau uang kepada orang lain, maka kita wajib menjaga sekaligus menyampaikannya kepada orang yang berhak tanpa kekurangan satupun.

  1. Amanah kepada Diri Sendiri

Amanah kepada diri sendiri juga tidak kalah pentingnya. Amanah ini berarti menjalani, memelihara serta menggunakan segala kemampuan demi menjaga kesejahteraan, kebahagiaan, kelangsungan hidup serta kedamaian diri sendiri.

Bahagialah dengan diri kita sendiri serta bersyukurlah atas apa-apa saja yang sudah Allah berikan pada diri kita, maka itu adalah bentuk dari amanah.

Contoh Amanah

Ada banyak contoh perilaku amanah dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa perilaku amanah yang bisa dicontoh dan bisa mulai diterapkan kepada diri sendiri adalah sebagai berikut.

  • Menjaga Rahasia

Ketika seseorang mempercayakan seluruh rahasianya kepada Anda, entah itu rahasia pribadi, organisasi, negara, dan keluarga maka itu tandanya adalah Anda adalah orang yang bisa dipercayai oleh si pemberi rahasia.

Kewajiban si penjaga amanah adalah untuk tidak membocorkannya kepada siapapun meski itu teman dektat atas saudara

  • Menjaga Titipan

Umumnya, titipan berupa barang-barang berharga seperti rumah, emas serta barang-barang lainnya. Ada pula yang nampaknya sepele, namun jangan salah karena sekali tidak menjaganya misalnya barangnya menjadi cacat atau rusak, maka tak akan ada lagi yang mempercayai si penjaga titipan.

  • Menjaga Nikmat dari Allah

Menjaga segala nikmat dari Allah yaitu nikmat hidup dan kehidupan, serta selalu beribadah kepada Allah. Nikmat-nikmat tersebut contohnyaa adalah umur, harta benda, ilmu, serta kesehatan.

  • Menjaga Jabatan untuk Tidak Disalahgunakan

Zaman sekarang sudah banyak cerita bahwa jabatan dengan enaknya disalahgunakan. Contohnya adalah pejabat yang korupsi dan memakan uang rakyat merupakan model orang yang menyia-nyiakan serta “menzalimi” jabatan yang ia pegang.

Apabila diberi jabatan apapun bentuk jabatannya mulai dari yang paling rendah hingga paling tinggi, maka kita harus menjaga amanah tersebut sepenuh hati.

Segala bentuk penyalahgunaan jabatan kerja apapun tujuannya apalagi itu untuk kepentingan diri sendiri, keluarga maupun kelompok termasuk sikap dan perilaku yang melanggar Amanah.

Hikmah Amanah

Amanah memiliki pengaruh positif bagi siapa saja. Ada beberapa hikmah amanah yang perlu untuk diketahui:

  • Hidup sukses dan bahagia
  • Selalu dimudahkan oleh Allah SWT
  • Mendapat simpati dari semua kalangan entah itu lawan apalagi kawan
  • Dianggap sebagai orang yang terpercaya atau orang yang mampu dipercayai oleh orang lain. Hal ini tentu saja sangat berharga dalam berinteraksi serta hidup berdampingan dengan sesama manusia

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ilmu Pengetahuan Dasar © 2018