Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pengertian, Jenis, dan Enzim DNA

Pengertian, Jenis, dan Enzim DNA – DNA atau Deoxyribonucleic Acid merupakan asam nuklet yang menyimpan segala hal mengenai informasi biologis setiap makhluk hidup hingga virus tertentu.

Pengertian, Jenis, dan Enzim DNA

Pengertian, Jenis, dan Enzim DNA

Agar mengetahui lebih dalam mengenai DNA, pahami terlebih dahulu mengenai pengertian, jenis-jenis, dan enzim DNA dengan membaca ulasan berikut ini.

Pengertian DNA

DNA merupakan sebuah singkatan dari deoxyribonucleic acid. Jika dipenggal, akronim tersebut menghasil tiga kata dimana deoxy memiliki arti gula yang tidak memiliki atom oksigen dan asam nukleat atau nucleic acid memiliki arti kumpulan informasi genetik suatu organisme.

DNA tersusun atas tiga molekul yaitu deoksiribosa, asam fosfat, dan basa nitrogen dimana basa nitrogen tersebut terbentuk dari beberapa golongan seperti purin dan pirimidin.

Struktur DNA pertama kali ditemukan oleh James Watson, Maurice Wilkins, dan Francis Crick.

Mereka berhasil menemukan struktur DNA dengan bantuan sinar-X pada tahun 1953. Dikarenakan penemuan inilah, mereka bertiga berhasil meraih anugerah nobel di tahun 1962 pada bidang medicine. (Baca Juga : Sejarah Penemuan Struktur DNA)

Fungsi DNA

Secara garis besar, fungsi DNA terdiri dari beberapa poin yaitu:

  • DNA berfungsi sebagai warisan sel dikarenakan DNA dapat melakukan replikasi pada proses generasi sel.
  • DNA berfungsi sebagai pengendalian aktivitas sel seperti reaksi metabolik, peegerakan sel, dan lainnya.
  • DNA berfungsi sebagai kumpulan inti informasi.

Sifat-sifat DNA

DNA memiliki peran penting yang berguna untuk menyimpan informasi jangka panjang. Bagian DNA yang berperan dalam penyimpanan informasi tersebut dinamakan gen. Beberapa sifat DNA mengingat perannya tersebut diantaranya adalah:

  • Membawa informasi genetik yang berasal dari material kromosom selama berlangsungnya pembelahan sel.
  • DNA memiliki jumlah yang konstan pada setiap spesies.
  • Kandungan DNA pada sebuah sel bergantung kepada sifat genom atau jumlah kromosom pada sel tersebut.
  • DNA memiliki ketebalan 20 Å dengan panjang hingga beribu-ribu Å.
  • DNA dapat membentuk turunan baru dengan struktur yang identik terhadap induknya.
  • DNA memiliki rantai tunggal ppada sel prokariotik dan berantai ganda pada sel eukariotik.
  • DNA mengalami denaturasi pada kondisi yang ekstrem dengan pH dibawah 3 dan mengalami renaturasi jika berada dalam kondisi yang normal.

Enzim DNA

Enzim DNA merupakan energi yang membantu proses replikasi DNA dikarenakan proses tersebut berlangsung secara kompleks. Enzim DNA yang terlibat tersebut akan berperan sesuai dengan prosesnya, diantaranya adalah:

  • Inisiasi

Replikasi DNA akan berlangsung secara spesifik yang dikendalikan oleh protein yang dinamakan DnaA Inisiator yang berperan sebagai pengikat molekul DNA pada tempat asalnya. Selama proses ini berlangsung, enzim yang berperan adalah helikase.

Enzim helikase berfungsi sebagai pelepas ikatan hidrogen pasangan basa. Setelah heliks terbuka, protein rantai tunggal akan mengikat protein lainnya sebagai pencegahan protein agar tidak menempel kembali.

Baca Juga : Mekanisme Enzim Lipase

  • Sintesis Primer

Proses selanjutnya adalah sintesis primer dimana DNA menggunakan untai yang tersedia sebagai template pembawa enzim polimerase. Dalam proses ini akan terjadinya peran rekombinasi DNA.

Sebagai pelengkap proses dikarenakan enzim polimerase tidak mampu memulai proses secara independen, dibutuhkan keterlibatan enzim primase dalam memenuhi gugus hidroksil pada proses nukleotida komplementer.

Pada proses ini jugalah terjadinya gangguan seperti supercoiling yang diantisipasi oleh enzim topoisomerase.

  • Sintesis Leading Strand

Leading strand atau untaian pengawal didefinisikan sebagai proses penambahan nukleotida dari 3’ hingga 5’ oleh enzim DNA polimerase. Namun, dikarenakan untaian DNA berjalan secara berlawanan mengakibatkan sintesis DNA terjadi secara terus menerus pada satu untai.

Pada proses ini, DNA polimerase akan menambah nukleotida komplementer baru dengan mengenali 3’ OH pada ujung RNA primer.

  • Sintesis Lagging Strand

Dalam proses replikasi DNA akan ditemukannya untai berlawanan yang akan disintesis sehingga menghasilkan fragmen baru yang dinamakan Okazaki. Fragmen tersebut akan bergabung membentuk rantai yang terhubung antar satu dan lainnya dengan bantuan enzim primase.

Enzim primase akan menambahkan primer pada beberapa tempat disepanjang untaian yang terbuka.

Primer tersebut akan diperpanjang oleh DNA pol III dengan bantuan nukleotida baru dimana nukleotida akan terjatuh pada fragmen sebelumnya yang mengakibatkan pelepasan dan pergeseran DNA. Sehingga, hal tersebut akan menyebabkan terjadinya perluasan primer pada RNA.

  • Penghapusan Primer

Penghapusan primer dibantu oleh enzim DNA polimerase I dengan tujuan untuk menghilangkan primer RNA.

  • Ligasi

Penghapusan primer akan menyisakan untai yang mengandung celah Okazaki. Proses ini dibantu oleh enzim ligase yang berfungsi untuk mengidentifikasi dan mengatasi masalah pada fragmen, sehingga terciptalah ikatan fosfodiester.

  • Terminasi

Replikasi DNA akan berhenti pada terminasi khusus yang mengandung urutan nukleotida unik yang diidentifikasi oleh tus atau protein khusus sehingga hal tersebut akan menghalangi jalur helikase.

Pada akhirnya, helikase akan bertemu protein tus lalu terjatuh bersama untaian tunggal protein.

Updated: —

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ilmu Pengetahuan Dasar © 2018